28 April 2020, 17:00 WIB

Eijkman Tengah Siapkan Protokol Pengambilan Plasma Darah


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengungkapkan pihaknya masih menyiapkan seluruh protokol untuk proses pengambilan hingga pemberian plasma darah di rumah sakit sebagai terapi plasma konvalesen untuk pasien positif terinfeksi virus covid-19.

“Kalau protokolnya semua sudah siap secara teknis. Cuma kita mau simulasikan semuanya sesuai dengan kaidah etik dan peraturan yang berlaku. Makanya kita juga mengadakan pembicaraan dengan Kementerian Kesehatan, Badan POM, dengan Biofarma, PMI dan juga organisasi profesi untuk memastikan semuanya bisa berjalan dengan baik dan aman,” kata Amin, Selasa (28/4).

Amin menargetkan dalam dua-tiga minggu ke depan pihaknya bisa mulai mengumpulkan plasma darah. Dia menuturkan proses ini memang harus dilakukan dengan hati-hati dan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Baca juga: Pemerintah Jamin Data Kasus Covid-19 Diverifikasi Ketat

“Mengambil plasmanya kan mesti diuji dulu, termasuk bagian yang harus dilakukan. Jadi, kita tidak hanya sembarangan mengambil. Atau mengundang orang yang baru sembuh, kemudian diminta darahnya langsung diberikan. Tidak demikian," papar Amin.

Jadi, lanjutnya, kita mesti pastikan dulu donornya itu memang sesuai dan dalam keadaan sehat. "Kemudian virusnya negatif. Antibodinya cukup untuk diuji. Kita butuh waktu untuk menguji antibodi karena itu akan diuji langsung terhadap virus yang hidup di dalam sel yang hidup. Jadi, butuh waktu sekitar satu sampai dua minggu,” terang Amin.

Nantinya, para pendonor bisa mendonorkan darahnya di 15 unit transfusi darah milik PMI yang sudah bersertifikat dan unit transfusi darah di RSPAD Gatot Subroto. (OL-14)

BERITA TERKAIT