28 April 2020, 15:10 WIB

WOCPM Apresiasi Pemerintah dan PMI Tangani Pandemi Covid-19


Mediaindonesia.com | Humaniora


PRESIDEN World Council of Preventive Medicine (WOCPM), Deby Vinsky mengapresiasi Pemerintah Indonesia dengan Gugus Tugas covid-19-nya dan Palang Merah Indonesia (PMI) yang sudah mengambil langkah-langkah yang tepat dan cepat dalam menangani virus tersebut di Tanah Air. Ia juga menyampaikan dukungannya kepada semua para petugas medis dan mereka  yang terlibat di lapangan yang tidak pernah lelah dan tidak pernah berhenti bekerja menangani covid-19.

Pernyataan itu diungkapkan Vinsky saat bertemu dengan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Muhammad Jusuf Kalla di Jakarta pada Selasa (28/4). Dalam kesempatan itu ia memaparkan bahwa virus baru korona itu berdampak pada lebih dari 200 negara di seluruh dunia.

Baca juga: Plasma Konvalesen Sembuhkan Covid-19

Memang ada beberapa negara yang sukses serta mengakhiri masa isolasi mereka. Karena itu tidak ada salahnya Indonesia belajar dari pengalaman itu untuk  menjadi panduan dan protokol.

"Dalam hal ini termasuk pemakaian obat-obatan yang dapat membantu meringankan gejala dan terobosan ilmu kedokteran regenerative, preventive, dan anti aging medicine seperti Stem Cell dan Plasma Convalescent. Tentu saja saat ini temuan bersifat dinamis, sesuai perkembangan pengetahuan dan hasil studi terkini," paparnya.

Ia juga menyampaikan bahwa para ilmuwan pakar dunia anti aging dan kedokteran pencegahan membuat beberapa protokol untuk meningkatkan imunitas manusia agar virus korona baru kalah dan tidak menyebabkan gejala berat bahkan kematian.

Pemakaian infus beberapa kombinasi dosis tinggi vitamin juga menjaga optimalnya kadar hormone seperti melatonin, HGH dan berbagai hormone lainnya juga dlakukan. Pemanfaatan sinar matahari atau injeksi dengan dosis tinggi hal untuk sementara dinilai bisa meningkatkan imunitas seseorang.

"Yang pasti untuk saat ini kebutuhan vitamin maupun kadar hormone dan imunitas seseorang mesti ditingkatkan karena ini masa wabah termasuk kesehatan mental. Masa PSBB dapat dimanfaatkan sebagai masa emas berkumpul dengan keluarga, melakukan hal hal yang selama ini sulit dilakukan seperti berkebun, menanam sayuran dan buah, berolah raga, dan melakukan tugas yang tertunda," ujar Guru Besar di Efhre International University Barcelona, Spanyol itu.

Ia juga menyampaikan hasil temuan beberapa negara yang merupakan sumbang saran WOCPM, bahwa ternyata covid-19 merupakan virus yang bukan hanya menyerang saluran pernapasan saja, melainkan hemoglobin (sel darah merah) dan bisa menyerang banyak organ secara sistemik.

Observasi tersebut mengungkapkan bahwa covid-19 menyerang hemoglobin melalui serangkaian proses pada sel sehingga pada akhirnya membuat sel darah merah tersebut tidak mampu mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dan mengalami hipoksia, sampai gagal napas, dan kematian.

"Karena itu sangat penting bagi semua stake holder untuk bekerja sama memutus mata rantai covid-19, sebab virus ini bisa menyerang siapa saja," tegasnya

Pada kesempatan yang sama, Jusuf Kalla mengaku sepakat mengenai pentingnya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang ditetapkan pemerintah. Ia pun meminta masyarakat untuk  mematuhi secara disiplin agar cepat memutus mata rantai penularan covid 19.

"Jika tidak  disiplin maka penularan semakin meluas, memperpanjang masa penderitaan dan mengakibatkan semakin banyak korban serta dampak ekonomi makin berat," tegas Kalla yang juga mantan Presiden RI. (Ant/A-1)

BERITA TERKAIT