28 April 2020, 17:05 WIB

UKM Agar Manfaatkan Perubahan Pola Konsumsi Offline - Online


Despian Nurhidayat | Ekonomi

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan bahwa bulan ramadan tahun ini memang sangat berbeda dibanding sebelumnya. Hal ini dikarenakan ramadan  datang di tengah pandemi covid-19.

Menurutnya, hal ini telah membuat masyarakat mengalami pola perubahan konsumsi, yang pada awalnya offline kini menjadi online dikarebakan peraturan pemerintah untuk melaksanakan PSBB.

"Bahkan diprediksi stay at home economy akan jadi tren pasca pandemi covid-19 berakhir," ungkapnya dalam video conference, Selasa (28/4).

Hal ini tentunya akan menjadi kesempatan yang besar bagi sektor UKM yang bisa memanfaatkan jasa e-commerce agar dapat memasarkan barang dagangannya di tengah pandemi covid-19.

Menurut riset LPEM UI (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia) ada beberapa barang dagangan yang telah menjadi tren di masa pandemi ini.

"Sektor pangan, herbal, natural, buah, sayuran telah jadi tren saat ini. Lalu untuk frozen food, makanan siap saji dan lainnya juga sedang diminati," sambung Teten.

Menurut Teten, ini juga sejalan dengan survei Nielsen di mana 49% masyarakat menjadi lebih sering memasak di rumah. Hal ini pun menyebabkan permintaan terhadap produk-produk siap olah dan praktis menjadi tinggi.

Selain itu, Teten juga mengungkapkan terdapat beberapa tren peningkatan transaksi produk lainnya selama pandemi dibeberapa platform online atau e-commerce.

"Antara lain produk-produk hobi outdoor dan indoor atau game dan perlengkapan olahraga yang mengalami kenaikan 70%, produk kesehatan yakni masker, hand sanitizer, termometer meningkat 90%, lalu produk makanan dan minuman herbal atau instan naik 200%, dan produk bahan pokok yang naik juga hingga 350%. Ini sumbernya dari Bukalapak," ujarnya.

"Selain itu juga terjadi peningkatan jumlah pembuatan akun baru, khususnya akun yang menjual produk-produk kesehatan seperti masker, handsanitizer, dan vitamin meningkat hingga 250%. Ini data dari Tokopedia," pungkas Teten.

Hal ini otomatis telah menunjukkan efektivitas e-commerce atau penjualan di market online dalam masa pandemi ini cukup efektif. Memang dampaknya terhadap UMKM luar biasa, tapi dibalik itu semua ada kesempatan yang besar khususnya untuk sektor-sektor tertentu .

"Karena itu saya mengajak seluruh pelaku koperasi dan UMKM memanfaatkan momentum covid-19 sebagai bagian untuk belajar lebih aktif memanfaatkan teknologi digital untuk mengatasi permasalahan salah satunya itu pemasaran. Saya berharap pandemi covid-19 dapat menjadi momentum bagi para pelaku koperasi dan UMKM untuk membuktikan bahwa produk-produk dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional," tutupnya. (Des)

BERITA TERKAIT