28 April 2020, 16:33 WIB

Pemkot Jakpus Siapkan Fasilitas Ini Untuk Tampung Tunawisma


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMERINTAH Kota Jakarta Pusat menyiapkan sebanyak delapan Gelanggang Olah Raga di 8 kecamatan untuk menampung tunawisma.

Satu unit GOR dapat menampung total 95 orang tunawisma. Menurut Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi, kapasitas GOR sebetulnya cukup besar. Namun, karena harus menerapkan physical distancing, maka tiap tempat tidur harus diberi jarak minimal 1 meter.

Ia mengatakan penjaringan PMKS dan tunawisma akan digencarkan karena biasanya di Bulan Ramadan ini banyak menjamur di tiap sudut kota untuk mengiba sedekah dari masyarakat.

"Motif sebenarnya, kalau Bulan Ramadan ada orang yang ingin jalan, orang suka nyumbang di jalan. Itu dibaca oleh gepeng, Jadi mereka memang sengaja,. Mereka dateng malam. Siang takut dikerebutin. Begitu bangun tas sudah berisi," ujar Irwandi ketika dihubungi, Selasa (28/4).

Untuk di wilayah lainnya, selain GOR pemerintah juga menyediakan gedung balai diklat untuk bisa menampung tunawisma.

Baca juga : Cegah Covid-19, BPBD DKI Batasi Kapasitas Pengungsian

Untuk kelengkapan fasilitas, Irwandi menyebut tiap gedung yang dimiliki Pemprov DKI punya fasilitas yang lengkap seperti toilet yang banyak dan bersih dan air yang cukup.

Selain itu, nantinya akan diberikan logistik yang cukup sesuai kebutuhan warga yang ditampung. Untuk tempat tidur, Irwandi berkoordinasi dengan Dinas Sosial serta BPBD DKI untuk ketersediaannya.

"Kami menyiapkan velbed. Dari BPBD, kami kan tidak ada. Kalau butuh kami minta BPBD. Toilet sudah ada di GOR. Tidak seperti tempat lain yang perlu toilet portabel. Tinggal bikin dapur umum dan makanan dari Dinsos. Kami siapkan tempat," pungkasnya.

Jika tidak gencar dijaring, menurutnya tidak menutup kemungkinan jumlah tunawisma musiman ini terus bertambah. Sebab, mereka bisa berasal dari mana saja termasuk Jabodetabek.

Baik Satpol PP, Dinas Sosial, dan Suku Dinas Sosial turut melakukan penjaringan. Tidak hanya memanfaatkan situasi Ramadan, para tunawisma musiman juga memanfaatkan wabah covid-19 untuk menarik simpati masyarakat.

"Sebenarnya di perbatasan sudah dijaga. Cuma ke sini pakai baju biasa jadi kayak orang biasa. Mereka datang sebelum PSBB. Sebenarnya itu modus tahunan. Cuma PSBB ini mereka manfaatkan. Mereka bilang korban, gak juga. Korban sudah dibantu dan di data lurah," terang Irwandi.(OL-7)

BERITA TERKAIT