28 April 2020, 16:11 WIB

Ingin Pulihkan Ekonomi, Indonesia Belajar dari Tiongkok


Putri Rosmalia Octaviyani | Ekonomi

PEMERINTAH Tiongkok masih berjuang memulihkan ekonomi dan kesehatan nasional pascapandemi covid-19. Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Komisi Pembangunan dan Reformasi Beijing, Li Sufang.

"Wabah terjadi sejak Imlek di Tiongkok. Hingga saat ini, banyak industri skala kecil dan menengah terkena dampak besar pandemi," ujar Li Sufang dalam Neighborhood Party Talk: Partai Politik Tiongkok-Indonesia Bergandeng Tangan Melawan Covid-19, yang berlangsung secara virtual, Selasa (28/4).

Baca juga: Lawan Covid-19, Partai Politik Indonesia-Tiongkok Kuatkan Dialog

Lebih lanjut, dia mengatakan pemerintah Tiongkok telah melakukan berbagai kebijakan untuk meringankan beban industri. Pasalnya, industri berskala kecil hingga industri besar terdampak pandemi covid-19.

"Itu semua dilakukan untuk mencegah PHK besar-besaran," imbuh Li Sufang.

Pemerintah Tiongkok pun menggulirkan berbagai bantuan. Seperti keringanan biaya sewa, penangguhan dan penghapusan pajak, hingga pembebasan biaya asuransi. Li Sufang mengatakan pemerintah juga membahas kebijakan pro dunia usaha, terutama sektor industri skala kecil dana menengah yang paling terdampak.

Baca juga: ADB: Melambat Akibat Covid-19, Ekonomi Indonesia mulai Pulih 2021

Ketua Bidang Ekonomi DPP NasDem, Shanti Shamdasani Ramchand, menekankan dampak ekonomi dari pandemi covid-19 juga sudah melanda Indonesia. Berbagai upaya bersama harus dilakukan untuk mencegah pelemahan ekonomi domestik.

"Dampak ekonomi tentu ada bagi Indonesia. Tantangannya ialah bagaimana menjaga rantai pasokan kebutuhan agar tetap terjaga," kata Shanti.

Dialog dengan berbagai negara yang lebih dulu mengalami gejolak covid-19, seperti Tiongkok, penting untuk dilakukan. Berbagai masukan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memperbaiki ekonomi domestik setelah pandemi berlalu.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT