28 April 2020, 15:53 WIB

4 Penolak Pemakaman Pasien Korona Banyumas segera Disidang


Henri Siagian | Nusantara

KASUS penolakan pemakaman jenazah pasien positif virus korona atau covid-19 di Banyumas, Jawa Tengah, dipastikan berlanjut secara hukum.

Sejauh ini, Kapolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka mengungkapkan, berkas perkara kasus itu sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan.

"Sudah P21, tinggal tahap dua, penyerahan tersangka," katanya, Selasa (28/4).
 
Kasus penolakan pemakaman jenazah pasien positif covid-19 tersebut terjadi pada Selasa (31/3) di Desa Kedungwringin dan selanjutnya dipindahkan ke Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen pada malam harinya.

Baca juga: Impor Jamu Tiongkok, Politisi Gerindra: Niatnya Murni Membantu

Tetapi jenazah yang baru dimakamkan di Desa Tumiyang pada Selasa (31/3) malam dibongkar kembali pada Rabu (1/4) karena ada penolakan dari warga setempat dan desa tetangga yakni Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok.

Pembongkaran makam dipimpin oleh Bupati Banyumas Achmad Husein dan selanjutnya dimakamkan ke desa lainnya.

Dalam kasus ini, terdapat dua tempat kejadian perkara (TKP). Pertama, di Desa Kedungwringin, Kecamatan Patikraja yang masuk wilayah kerja Kejari Banyumas. Lalu, Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen, yang masuk wilayah Kejari Purwokerto.

Baca juga: 10 Persen Masjid di Padang Masih Gelar Salat Jumat dan Tarawih

Sejauh ini, jelas dia, ada empat tersangka yang diajukan dalam berkas. Mereka ialah, K, 57, warga Desa Kedungwringin, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Dia diduga memprovokasi warga untuk menolak pemakaman jenazah pasien positif covid-19. K dikenai Pasal 212 KUHP dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Dua tersangka lainnya, K, 46, dan S, 45, warga Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen, Banyumas. Mereka diduga menghalang-halangi mobil jenazah pasien positif covid-19. Mereka dijerat Pasal 214 KUHP dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Baca juga:   Siasati Mudik dengan Naik Truk Carteran, Ganjar: Itu Bahaya

Tersangka terakhir, A, 26, warga Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Banyumas. Dia diduga melempar bambu ke arah mobil ambulans yang membawa jenazah pasien positif covid-19 di TKP yang masuk wilayah Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen. A dijerat Pasal 214 KUHP dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Kepala Kejari Banyumas Eko Bambang Marsudi membenarkan sudah menerima berkas perkara atas kasus penolakan pemakaman jenazah pasien positif covid-19 di Desa Kedungwringin.

"Berkas tersebut kami nyatakan lengkap pada Kamis (23/4). Kami sudah terbitkan P21 dan layak untuk disidangkan di pengadilan," jelasnya.

Menurut dia, pihaknya saat sekarang tinggal menunggu tahap dua berupa serah terima tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada jaksa. (Ant/X-15)

BERITA TERKAIT