28 April 2020, 14:49 WIB

Kemenkes Klaim Pemerintah tidak Tutupi Data Korona


Nur Azizah | Humaniora

KEMENTERIAN Kesehatan menegaskan pemerintah tak pernah menutup-nutupi data terkait virus korona atau covid-19. Kalaupun terjadi perbedaan jumlah pasien antara daerah dan pusat disebabkan oleh batas waktu pengiriman data.

"Tidak ada yang ditutup-tutupi. Terkait adanya perbedaan, itu terjadi ketika ada cut of poin time berbeda," kata Kepala pusat data dan informasi Kemenkes Didik Budijanto di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta Timur, Selasa (28/4).

Baca juga: Presiden Akui 11 Provinsi Defisit Beras, 30 Provinsi Defisit Gula

Ia mengatakan data baru akan terus masuk ketika Juru bicara Achmad Yurianto menyampaikan data sebelumnya. Namun, bukan berarti data baru itu tidak dimaksudkan ke dalam sistem.

"Makanya teman-teman di Badan Litbang memberikan batasan waktu, itulah sebabnya kuru bicara sering menyampaikan data pasien ini per puykul 12.00 WIB. Karena batas waktunya pukul 12.00 WIB," jelasnya.

Sebelumnya, Juru bicara wakil pemerintah untuk penanganan kasus korona Achmad Yurianto menegaskan pemerintah sudah transparan terkait data covid-19. Tidak ada data yang dimanipulasi.

"Ini perlu kita bangun bersama agar transparansi data bisa terwujud, pemerintah tidak berkepentingan dalam memanipulasi data," tegas Yurianto, Kamis (23/4).

 

BERITA TERKAIT