28 April 2020, 14:05 WIB

Pemkab OKI Bagi 60.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid


Dwi Apriani | Nusantara

BERBAGAI upaya dilakukan pemerintah kabupaten Ogan Komering Ilir untuk menangani masalah pandemi virus korona baru (Covid-19). Terlebih lagi, dampak pandemi ini sudah berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Selasa (28/4), Pemkab OKI membagikan 60.000 paket sembako kepada masyarakat OKI yang terdampak pandemi covid-19. Sembako tersebut dibagikan langsung oleh Bupati OKI Iskandar di Kantor Bupati OKI.

''Paket sembako yang dibagikan ini berasal dari Pemerintah Kabupaten OKI sebagai langkah konkrit membantu masyarakat terdampak di luar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kami, Pemkab OKI bersama jajaran TNI dan Polri kini sudah mendistribusikan sembako bagi masyarakat miskin dan rentan miskin yang penghasilannya terdampak karena virus korona,'' jelasnya.

Baca Juga: Pemkab OKI Segera Alihkan Dana Desa untuk Bantu Tangani Covid-19

Iskandar menekankan bahwa virus korona merupakan masalah bersama. ''Bagian dari tugas kami selaku pimpinan untuk memastikan bantuan sampai ke masyarakat yang berhak menerima, karena dalam kondisi saat ini prinsipnya adalah lebih cepat lebih baik, sambil data-data diperbaiki pengiriman yang sudah siap kita kirimkan,'' katanya.

Ditambahkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKI, Reswandi, Pemkab OKI saat ini sudah memasuki Tahap II penyebaran bantuan tambahan. Sebelumnya, kata dia, Tahap I bantuan dari Pemkab itu sudah selesai distribusikan di Kecamatan Pedamaran Timur.

''Kita sudah distribusikan di Kecamatan Pedamaran Timur sebanyak 5 ton beras berikut paket sembakonya. Hari ini untuk Kecamatan Kayuagung dan Teluk Gelam, dan begitu seterusnya untuk kecamatan lainnya di wilayah OKI,'' ujar Reswandi.

Baca Juga: Penyalurkan Sembako ke Warga Terdampak Covid-19 Dimatangkan

Adapun isi paket sembako itu berupa 10 Kg beras, 1 dus mie instant, 2 Kg minyak sayur dan 1 Kg gula atau setara dengan bantuan Rp200 ribu per Kepala Keluarga. ''Ini akan segera didistribusikan kepada yang bersangkutan di setiap kelurahan/desa melalui kecamatan masing-masing,'' terang dia.

Proses penyaluran, menurut Reswandi, disertai proses pelaporan yang ketat di mana aparat kecamatan dan desa/kelurahan harus menyerahkan langsung pada penerima. ''Si penerima menunjukkan KTP, sesuai alamat, sesuai data. Pihak kecamatan, desa/kelurahan lalu mengambil dokumentasi sesuai by name by address,'' tutur Reswandi.

Ia mengungkapkan pihaknya akan terus memperbarui data penerima baik yang diminta Kemensos maupun untuk kebutuhan data daerah. Sembari update data, ungkapnya, penyaluran bantuan tidak akan berhenti.

Kepada masyarakat yang belum terdata, Reswandi meminta agar segera melapor ke kelurahan/desa setempat. Agar nantinya ter-entri di tahap selanjutnya.

''Dengan catatan harus dari hasil musyawarah kelurahan/desa dan yang bersangkutan benar-benar dinyatakan layak menerima bantuan,'' tandasnya. (DW/OL-10)

BERITA TERKAIT