28 April 2020, 13:30 WIB

Beras Sanggau Sejengkal ke Malaysia Lewat Entikong


Denny Susanto | Ekonomi

GERAKAN Tiga Kali Ekspor disingkat GratiEks selaras dengan potensi produksi beras kabupaten paling utara di Provinsi Kalimantan Barat, Sanggau. Ini akan menguntungkan petani lantaran Entikong, yang dikenal sebagai pos lintas batas negara (PLBN) jaraknya hanya ´sejengkal ke Malaysia´ merupakan kecamatan di Sanggau sehingga biaya ekspor beras ke Malaysia akan lebih murah.

GratiEks yang digagas Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo selaras dengan tekad Presiden RI Joko Widodo menjadikan daerah perbatasan sebagai basis ekspor pangan ke negeri jiran. Tanah luas dan jarak lebih dekat tentunya ekspor komoditas pertanian di perbatasan  'tinggal lempar' sementara saingan Indonesia, Thailand dan Vietnam, lebih jauh jaraknya.

Sanggau yang berbatasan dengan Malaysia termasuk salah satu dari lima wilayah perbatasan potensial untuk peluang ekspor ke negara tetangga. Keempat wilayah lainnya adalah Lingga di Provinsi Kepulauan Riau membidik pasar Singapura, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sasar Timor Leste, dan Keerom dan Merauke di Papua membidik Papua Nugini dan negara-negara di kawasan Pasifik.

Salah satunya adalah Kembayan, kecamatan potensial penghasil beras di Sanggau. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai Komando Strategis Pembangunan Pertanian [KostraTani] mendampingi petani, khususnya di tengah intaian pandemi Covid-19 saat ini untuk tetap produktif.

Ismanto selaku Koordinator BPP Kembayan sekaligus  pendamping Koperasi Agroinovasi Tunggal Bhakti Bersama mendorong sejumlah gabungan kelompok tani (Gapoktan) untuk mendorong penangkaran benih padi melalui koperasi.

"Untuk musim tanam kedua pada 2020, koperasi mengembangkan lahan penangkaran benih seluas 25 hektar dengan Inpari 32. Luas lahan untuk enam Poktan sekitar 113 hektar," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4).

Sementara untuk beras konsumsi, menurut Ismanto, setiap tahun pasokan beras dari Koperasi Agroinovasi Tunggal Bhakti Bersama ke pasar kecamatan dan kebutuhan kabuapten teru meningkat. Sekitar 34 ton pada 2018; naik ke 40 ton pada 2019 dan tahun ini ditargetkan 50 ton.

Penyuluh pusat di Kementerian Pertanian RI, Suwarna selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian Provinsi Kalimantan Barat mengingatkan instruksi Mentan Syahrul Yasin Limpo dan arahan Kepala BPPSDMP Kementan, Prof Dedi Nursyamsi terhadap KostraTani sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di kecamatan, didukung penuh oleh seluruh penyuluh di BPP Kembayan, khususnya menangkal pandemi Covid-19.

"Para penyuluh kami libatkan untuk penyemprotan disinfektan. Sosialisasi Protokol Kesehatan seperti arahan Mentan dan Kabadan SDM Kementan untuk jaga jarak, hindari kerumunan, memakai masker dan cuci tangan sesering mungkin dengan sabun di air mengalir," kata Ismanto. (OL-13)

Baca Juga: ​​​​​​​Baznas Buka Pendaftaran Beasiswa Cendekia Bagi Mahasiswa

Baca Juga: PSBB Jilid II, Anies Pastikan Warga Berkerumun akan Diangkut

BERITA TERKAIT