28 April 2020, 13:47 WIB

Babel akan Jadikan Durian Sebagai Komoditas Ekspor


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) sedang mengembangkan durian Namnung atau Jumasi dan Tembaga Super untuk dijadikan sebagai komoditas ekspor.

''Pemprov Kepulauan Bangka Belitung memang sedang mengembangkan durian namnung atau jumasi, dan tembaga super. Dua durian ini memang menjadi fokus untuk kita jadikan sebagai komoditas ekspor,'' kata Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan seusai video conference dengan mantan Menteri BUMN RI Dahlan Iskan.

Menurut, Erzaldi, durian di Babel memiliki nilai rasa yang tinggi. ''Kalau misalnya musang king angka 65, tembaga 70, durian namnung bisa 90  dari segi rasa,'' ungkapnya. ''Salah satu kunci keberhasilan durian ini bisa bersaing untuk diekspor ke negara lain dengan saingan seperti Bangkok," ujarnya.

Baca Juga: Festival Lebong Ken Durian Digelar Minggu di Desa Lemeu

Untuk itu, lanjutnya, masa merekahnya itu atau bergas lebih panjang. Jika biasanya lima hari maka harus buat lebih lama dengan cold storage yang mumpuni.

Ia menjelaskan semangat dan persiapan untuk membangun ekspor durian ini menjadi cita-cita bersama. Maknya ia mengajak masyarakat untuk tidak takut menanam durian ini.

"Kita akan dorong masyarakat untuk maju menanam komoditas durian dengan memberikan bibit yang sama agar kualitas komoditi durian yang akan diekspor sama serta dapat membantu menyokong pendapatan untuk masyarakat Babel," imbuhnya.

Baca Juga: Pemprov Tetapkan Babel Siaga Covid-19

Sementara itu, mantan Menteri BUMN RI, Dahlan Iskan terkesan dan menaruh perhatian pengembangan dua jenis durian khas Babel tersebut.

"Jika ingin melakukan ekspor durian pilihlah jenis durian yang rasanya standar, namun isinya tebal, bijinya kecil, dan kulitnya tipis," kata Dahlan Iskan.

Tidak hanya itu, ia menyarankan untuk menyasar Tiongkok sebagai pasar yang besar sebagai tempat untuk memasarkan durian Babel serta pengemasan durian agar sewaktu dipasarkan, kondisi durian masih segar untuk dinikmati dengan menggunakan cold storage. (RF/OL-10)

BERITA TERKAIT