28 April 2020, 12:54 WIB

Menunggu Hasil Swab Lama, Pemkab Tasik Ingin Bangun Lab Sendiri


Kristiadi | Nusantara

PEMKAB Tasikmalaya berencana akan membangun laboratorium polymerase chain reaction (PCR) diperuntukan untuk memeriksa hasil tes swab pasien yang terindikasi covid-19. Persiapan tersebut akan menganggarkan dana APBD sebesar Rp500 juta untuk pembangunan tersebut. Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Mohamad Zein mengatakan, pemerintah akan berupaya membangun dan memiliki sebuah laboratorium PCR, agar pemeriksaan hasil tes swab dapat cepat diketahui. Selama ini hasil yang dikirimkan ke Labkesda Jawa Barat Bandung baru diketahui 5-10 hari kemudian. 

"Hasil yang dikeluarkan dari Labkesda Jabar memang membutuhkan waktu lama dan biayanya juga besar. Pembuatan laboratorium PCR dapat dikerjakan dalam dua pekan asalkan seluruh persyaratan dilengkapi. Adanya laboratorium PCR ini, kita bisa cepat mengetahui hasilnya," kata Zein, Selasa (28/4).

Untuk saat ini, hasil PCR yang sudah keluar akan digunakan sebagai pemetaan kasus covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan rapid test hanya untuk mengetahui imun arau antibodi seseorang. Sedangkan tes PCR ini untuk mengetahui seseorang positif terjangkit covid-19 atau tidak. Untuk membangun laboratorium PCR dibutuhkan anggaran sekitar Rp500 juta. Pemkab Tasikmalaya sudah mempersiapkan anggaran termasuk persyaratan untuk mendirikan laboratorium PCR.

baca juga: Operasi Kapal di Mentawai Dibatasi

"Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tetap akan membangun ruang labolatorium PCR agar memudahkan tim medis menguji hasil swab pasien dengan cepat. Selama ini hasil swab harus dikirim ke Bandung. Saat hasil swab keluar, pasien sudah meninggal dunia. Saat ini ada 8 pasien meninggal dan belum diketahui hasil swabnya," papar Zein. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT