28 April 2020, 12:39 WIB

Tren Covid-19 di Jakarta Menurun, Tak Jamin Pemulihan Bisnis


Hilda Julaika | Ekonomi

DALAM sepekan terakhir tren kasus positif Covid-19 mengalami penurunan. Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani meragukan tren penurunan ini bisa memulihkan dunia usaha. 

Pasalnya, faktor utama yang melumpuhkan dunia usaha salah satunya adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menciptakan pembatasan operasional perusahaan dan industri. Diketahui PSBB diterapkan untuk mengurangi resiko penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

Baca juga: Gelombang II Peserta Kartu Prakerja Diumumkan Sore Ini

“Walaupun ada tren penurunan kasus positif covid-19 di Jakarta seminggu terakhir, kita masih belum dapat memprediksikan apakah dunia usaha dapat cepat pulih. Hal ini dikarenakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi kelumpuhan industri, salah satunya kebijakan PSBB, minimnya customer confidence (market), kesulitan mencari bahan baku, dan lain-lain,”ujarnya pada Media Indonesia, Selasa (28/4).

Lebih lanjut, Shinta mengutarakan, penurunan kasus Covid-19 di Jakarta ada indikasi pergeseran penyebaran ke daerah. Seperti Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) yang berdasarkan pengamatannya terdapat peningkatan kasus. Shinta menyebut, di Jatim terdapat peningkatan kasus yang cukup masif dengan 372 kasus. Padahal Jatim merupakan episentrum perekonomian kedua setelah DKI Jakarta. Di tahun 2019, PDRB Jatim 2019 menyumbang 14,92% PDB nasional.

Dengan begitu, selama Pulau Jawa belum terbebas dari penyebaran Covid-19, maka perekonomian Indonesia belum 100% pulih. Hal ini sesuai dengan kontribusi pertumbuhan perekonomian di pulau Jawa terhadap PDB nasional adalah sebesar 59%. Ini berarti aktivitas perekonomian berpusat di Jawa tidak hanya DKI Jakarta namun juga wilayah Jawa lainnya.

Baca juga: ​​​​​​​Kemenkeu Terbitkan SUN Senilai Rp62,62 Triliun

“Secara keseluruhan, kami lihat selama pulau Jawa masih belum bebas Covid-19 perekonomian Indonesia belum 100% pulih dikarenakan kontribusi pertumbuhan perekonomian di pulau Jawa terhadap PDB nasional adalah sebesar 59%,” ungkapnya.

Selama kebijakan PSBB belum dicabut, maka dunia usaha belum bisa pulih. Secara global, kata dia, memang bisnis tidak bisa dikontrol seperti untuk pemulihan sektor penerbangan dan pariwisata. Secara permintaan (demand) pasar global juga belum bisa kembali normal maka, menurut Shinta, penurunan ekspor juga tetap signifikan. (OL-6)

BERITA TERKAIT