28 April 2020, 11:36 WIB

Ratusan Warga Iran Tewas Konsumsi Alkohol untuk Sembuhkan Korona


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

LEBIH dari 700 orang meninggal di Iran setelah mengonsumsi metanol beracun, keliru berpikir itu dapat menyembuhkan virus korona baru (covid-19).

Otoritas koroner nasional mengatakan keracunan alkohol membunuh 728 warga Iran antara 20 Februari dan 7 April. Tahun lalu, hanya ada 66 kematian akibat keracunan alkohol, menurut laporan itu seperti dilansir Al Jazeera, Senin (27/4).

Kasus keracunan alkohol telah mengalami peningkatan 10 kali lipat di Iran dibandingkan tahun lalu, menurut laporan pemerintah yang dirilis sebelumnya pada April, di tengah pandemi covid-19.

Baca juga: Arab Saudi Laporkan Penambahan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour mengatakan 5.011 orang mengalami keracunan metanol, sementara sekitar 90 orang kehilangan penglihatan mereka atau menderita kerusakan mata akibat keracunan alkohol.

Hossein Hassanian, seorang penasehat Kementerian Kesehatan, mengatakan angka orang-orang yang kehilangan penglihatan bisa jauh lebih tinggi.

Iran menghadapi wabah covid-19 terburuk di Timur Tengah dengan 5.806 kematian dan lebih dari 91 ribu kasus dikonfirmasi.

Metanol tidak dapat dibaui atau dirasakan dalam minuman. Ini menyebabkan kerusakan organ dan otak yang tertunda. Gejalanya meliputi nyeri dada, mual, hiperventilasi, kebutaan, dan bahkan koma.

Sebelumnya, Kamis (23/4), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan penyuntikan disinfektan kepada pasien covid-19, menyebabkan kegemparan internasional. Para dokter dan lembaga pemerintah lalu mengeluarkan peringatan terhadap konsumsi disinfektan seperti pemutih.

Di Iran, pemerintah mengamanatkan produsen metanol untuk menambah warna buatan pada produk mereka sehingga masyarakat dapat membedakannya dari etanol, jenis alkohol yang dapat digunakan dalam membersihkan luka. (Al Jazeera/OL-1)

BERITA TERKAIT