28 April 2020, 11:26 WIB

Satu Pasien Positif Korona di Kabupaten Tegal Sembuh


Supardji Rasban | Nusantara

SATU orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tegal Jawa Tengah dinyatakan sembuh. Pasien asal Kelurahan Kagok Kecamatan Slawi itu dinyatakan terbebas dari infeksi virus korona setelah hasil pemeriksaan swab-nya yang kedua dan ketiga menunjukkan hasil negatif. Kesembuhan pasien covid-19 itu menambah daftar pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Tegal yang sembuh menjadi dua orang. Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal Joko Wantoro, Senin (27/4) malam.
     
Joko mengungkapkan, meski sudah dinyatakan sembuh, yang bersangkutan berkeinginan menjalani masa isolasi mandirinya di RS Harapan Sehat Slawi, selama 14 hari ke depan. Sebelumnya diberitakan, pria pengusaha berusia 68 tahun tersebut sempat dirawat di RS Mitra Plumbon Cirebon, saat akan melakukan perjalanan ke Tangerang. 

"Dari hasil pemeriksaan swab-nya saat itu ia dinyatakan positif korona dan sempat dipindahkan ke RS Paru Sidawangi Kota Cirebon, sebelum pindah ke RS Mitra Sehat tanggal 22 April 2020 lalu," terang Joko.

Selain itu, Joko juga menginformasikan, ada seorang kepala kepolisian sektor (Kapolsek) di lingkungan Polres Tegal yang tercatat sebagai orang tanpa gejala dalam perawatan RSUD Suradadi. Diketahui, Kapolsek itusebelumnya memiliki riwayat kontak dengan pasien covid-19.
     
"Rapid test beliau memang menunjukkan hasil positif, tapi itu bukan berarti bisa dikatakan terpapar Covid-19 karena memang belum ada hasil pemeriksaan swab yang mengindikasikan positif," ucap Joko.

Menanggapi informasi yang beredar tentang penjemputan tiga orang warga oleh petugas medis berpakaian APD lengkap di wilayah Kecamatan Adiwerna, Joko menuturkan itu merupakan bagian dari tindaklanjut pemeriksaan kontak erat pasien terkonfirmasi positif asal Desa Mejasem Barat Kecamatan Kramat, yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

baca juga: Hari Pertama PSBB, Perbatasan Surabaya-Sidoarjo Macet
     

"Ketiganya adalah kontak erat dari almarhum pemilik pabrik kecap di Penusupan yang terdiri dari anak, keponakan dan pendetanya. Hasil pemeriksaan awal,rapid test ketiganya menunjukkan hasil positif sehingga perlu kita tindaklanjuti dengan pengambilan sampel swab tenggorokan di rumah sakit. Usai diambil, ketiganya kita pulangkan untuk melanjutkan isolasi mandirinya di rumah," pungkasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT