28 April 2020, 09:16 WIB

Tiga Startup akan Wakili Indonesia di Kompetisi Startup Global


mediaindonesia.com | Humaniora

DAMPAK ekstrem di berbagai sektor akibat pandemi Covid-19 menginspirasi banyak pihak untuk ikut turun tangan membantu menemukan solusi lewat beragam cara, salah satunya melalui pembentukan startup.

Startup Weekend Indonesia Covid-19 Online yang diadakan oleh KUMPUL, penggerak ekosistem startup dan kewirausahaan di Indonesia, didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), serta jaringan coworking lokal mengumpulkan peserta dari seluruh Indonesia untuk berkompetisi membuat startup digital yang dapat menawarkan inovasi dalam mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19.

Startup Weekend Covid-19 Online telah dilaksanakan selama 54 jam secara online pada 24-26 April 2020. Acara ini juga didukung oleh sektor industri seperti Telkomsel dan PT Bank DBS.

Startup Weekend Indonesia Covid-19 Online mempunyai satu fokus utama yaitu mencari solusi menggunakan teknologi dan platform online dalam mengatasi permasalahan yang terjadi akibat pandemi yang sedang terjadi di seluruh dunia. Diikuti oleh 1.490 peserta dari 29 provinsi di seluruh Indonesia, acara online ini merupakan Startup Weekend Covid-19 Online terbesar di Asia Pasifik, dan kedua terbesar seluruh dunia. 

“Kami berharap para startup yang lahir dari Startup Weekend Indonesia Covid-19 Online ini bukan hanya melahirkan ide, tetapi bisa segera dijalankan, sehingga dapat memberikan dampak signifikan dan konkrit terhadap masyarakat," ujar Faye Alund, CEO & Co-founder dari KUMPUL.

Faye juga menekankan bahwa salah satu kunci keberhasilan Startup Weekend Indonesia yang pertama kali dijalankan secara online ini juga karena keterlibatan jejaring coworking di Indonesia, sebagai ecosystem builder yang mempunyai kekuatan untuk menggerakkan komunitas. Kali ini pun, sebanyak enam mitra jaringan coworking KUMPUL di berbagai daerah turut berkolaborasi dalam pelaksanaan kompetisi bergengsi ini, yaitu Impala Network (Semarang), Ngalup.co (Malang), MeetUp Coworking (Pekanbaru), CreateIT (Bandung), Satu Tampa (Manado) dan Startup Borneo (Banjarmasin).

Setelah mengikuti proses pembelajaran bisnis model canvas, validasi pasar, pengembangan prototype (purna rupa), dan pitching yang dibimbing langsung oleh 50 mentor dengan berbagai latar belakang keahlian bisnis dan startup, maka terpilihlah tiga pemenang tim startup.

Pertama,  MediKatalog adalah platform jual beli dan inventori stok otomatis APD Rumah Sakit yang dapat membantu kestabilan stok APD dari produksi hingga digunakan tenaga medis. Startup yang diinisiasi oleh Azhar Rafiq ini berhasil keluar sebagai juara pertama.

Kedua,  Cook Like A Chef adalah one stop solution for cooking di mana masyarakat bisa mengakses resep yang sudah terverifikasi, video tutorial dari para chef dan memesan bahan baku yang akan diantar langsung kedepan rumah pelanggan dalam satu aplikasi. Diinisiasi oleh Raynald Yudistira, startup ini berhasil memenangkan menempati posisi kedua.

Ketiga, MentorKU merupakan platform edukasi interaktif yang menghubungkan mahasiswa dengan industry experts dari berbagai bidang melalui program mentoring dan konsultasi karir jarak jauh. Platform ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa dengan skill sets yang relevan sebelum memasuki dunia kerja. Startup ini diinisiasi oleh Jesha Vebrattie dan mendapatkan posisi ketiga.

Mewakili tim startup MediKatalog, Azhar Rafiq, mengungkapkan bahwa sebagai platform jual beli dan inventori stok otomatis APD Rumah Sakit, MediKatalog berharap  dapat membantu kestabilan stok APD dari produksi hingga digunakan tenaga medis sehingga bisa membantu memutus rantai Covid-19 dan melindungi tenaga medis dan masyarakat di Indonesia. 

“Kemenangan ini saya kira merupakan bonus dan anugerah di awal bulan suci Ramadan bagi saya. Sebab awalnya ide ini saya buat untuk menjawab keresahan saya terkait masalah kelangkaan APD berimbas pada senior-senior saya yang sudah menjadi dokter di fasilitas kesehatan mempertaruhkan nyawanya di garis depan,” ujar Azhar. 

Selain ketiga juara di atas juga terdapat kategori judge’s favorite yang dimenangkan oleh SekolahID. Startup yang terpilih tersebut nantinya akan mewakili Indonesia pada Top 20 Global Winner Startup Weekend, dan berkompetisi dengan startup-startup lain dari negara di seluruh dunia untuk menemukan siapa yang mempunyai ide paling menarik dan terbaik untuk menyelesaikan masalah yang ada akibat dampak dari wabah virus Covid-19.

Seperti yang disampaikan pada saat sesi penjurian oleh Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo bahwa industri digital economy sangatlah besar kesempatannya. Ia mendorong para startup yang belum terpilih saat ini untuk terus melanjutkan idenya.

Aldo Rambie selaku Vertical Lead Facebook Indonesia menambahkan, "Saya sangat terkesan melihat antusiasme para startup dalam mencari solusi penanggulangan dampak Covid-19 dengan inovasi digital."

"Saya yakin ide-ide yang terlahir di sini dapat berkontribusi positif tidak terbatas pada isu kesehatan namun juga ekonomi, pendidikan, dan dampak sosial lainnya sehingga meningkatkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat Indonesia,” tambah Aldo.

"Kami berterima kasih atas animo tinggi masyarakat terhadap Startup Weekend Covid-19 Online. Kedepan, KUMPUL akan terus mendorong lahirnya ide-ide brilian di ekosistem startup di Indonesia, tidak hanya terkait penanggulangan Covid-19, tetapi juga meliputi seluruh sektor untuk Indonesia lebih maju dan berkembang," tutup Faye.

Perlu diketahui bahwa KUMPUL adalah penggerak ekosistem entrepreneurship dan startup di Indonesia yang mengkatalisasi pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif dan digital melalui program-program yang dijalankan bersama jaringan coworking dan komunitas di 24 kota. 

KUMPUL adalah mitra utama Techstar dan pemegang lisensi Startup Weekend Indonesia, serta mitra strategis dan koordinator Gerakan 1000 Startup Digital dan lamanya www.kumpul.id 

Sementara itu, Techstars adalah platform global untuk investasi dan inovasi. Para pendiri Techstars terhubung dengan pengusaha, pakar, mentor, alumni, investor, ketua komunitas, dan perusahaan untuk menumbuhkan perusahaan mereka.

Techstars mengoperasikan tiga divisi yaitu program startup Techstars, program akselerator berbasis mentor Techstars, dan kemitraan inovasi korporat Techstars. Portofolio akselerator Techstars mencakup lebih dari 1.900 perusahaan dengan kapitalisasi pasar lebih dari $26 miliar dan lamannya www.techstars.com. (OL-09)
 

BERITA TERKAIT