28 April 2020, 09:11 WIB

Sembuh dari Covid-19, Budi Karya akan Donorkan Plasma Darah


Kautsar Widya Prabowo | Humaniora

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi ingin kesembuhanya dari virus korona (covid-19) membawa pengaruh besar untuk meningkatkan angka kesembuhan di Indonesia. Dia bakal menyumbangkan plasma darahnya.

"Plasma darah sudah dimandatkan RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto dan saya mau," ujar Budi di Jakarta, Senin (27/4).

Ia menyadari plasma darah dari pasien yang dinyatakan sembuh dari covid-19 dapat memberikan antibodi untuk pasien lain. Dia siap diambil plasma darahnya.

"Kapan saja, saya mau (diambil plasma darah), karena saya tahu itu berguna untuk masyarakat," tutur dia.

Baca juga: Indonesia Siap Terapkan Terapi Plasma Konvalesen

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio menyebut terapi plasma darah dilakukan karena di dalam plasma itu terkandung antibodi yang dapat menetralkan virus.

Namun, ada syarat yang harus dipenuhi pasien covid-19 yang sembuh untuk bisa mendonorkan plasma darahnya. Salah satunya, jeda waktu 28 hari setelah pasien dinyatakan sembuh.

Plasma darah merupakan bagian dari darah yang bertugas membawa sel darah. Plasma darah berwarna kekuningan dan di dalamnya terkandung protein fibrinogen yang berfungsi mengatur pembekuan darah. Plasma darah mengisi sekitar 55%-60% dari volume darah dalam tubuh.

Komposisi plasma darah berisi 92% air dan sisanya sebanyak 8% merupakan campuran karbon dioksida, glukosa, protein, vitamin, lemak, dan garam mineral.

Terapi plasma darah juga sudah dimulai di Indonesia. Pasien covid-19 kasus nomor 3, Ratri Anindyajati, mengungkapkan telah diambil plasma darahnya dengan kesadaran sendiri untuk diberikan kepada pasien covid-19 dalam perawatan.

Transfusi plasma darah dilakukan di RSPAD Gatot Subroto. Sebanyak 200 cc plasma darahnya diambil. (OL-1)

BERITA TERKAIT