28 April 2020, 08:53 WIB

KLHK Gelar E-Learning Tingkatkan Kompetensi dan Ekonomi Petani


mediaindonesia.com | Humaniora

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaksanakan Pelatihan Pendampingan Perhutanan Sosial Pasca Izin. Pelatihan jarak jauh secara elektronik atau e-learning, dilakukan dalam rangka pendampingan Perhutanan Sosial di lapangan pada masa pandemi Covid-19.

Kegiatan tersebut diselenggarakan bekerjasama dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) dan Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL), KLHK.

Pelatihan berdurasi 25 jam pelajaran selama empat hari tersebut dilaksanakan pada 27 April – 18 Juni 2020 secara bertahap, dengan target sebanyak 3.000 peserta di seluruh Indonesia. Para peserta pelatihan terbagi dalam 100 angkatan, dengan satu angkatan terdiri dari 30 peserta.

Pelatihan tersebut bertujuan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi masyarakat yang terlibat di dalamnya secara berkesinambungan. E-learning tersebut sekaligus difungsikan untuk sosialisasi mitigasi/penanganan Covid-19 kepada masyarakat atau kelompok Perhutanan Sosial (PS) dan para pendamping PS di seluruh Indonesia, kelompok kerja percepatan PS (Pokja PPS) dan NGO/komunitas/aktivis perhutanan sosial.

“Harapannya selain tetap mengoptimalkan langkah-langkah pengelolaan dan aktivitas program Perhutanan Sosial, pelatihan jarak jauh ini juga dapat mendorong penyadartahuan terhadap mitigasi dan pencegahan penularan Covid-19,” kata Menteri LHK, Siti Nurbaya melalui siaran pers, beberapa waktu lalu.

Implementasi pelaksanaan pelatihan dengan sistem da­ring (e-learning) akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia dengan dikoordinir oleh Pusat Diklat SDM KLHK, Balai Diklat LHK seluruh Indonesia dan Balai PSKL wilayah; Sumatra, Jawa Bali Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Papua.

Selain tentang mitigasi dan penanganan wabah covid 19, materi yang akan diberikan bertemakan ‘Pengendalian Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) dan Prakondisi Petani Hutan’. Selain itu tentang ‘Panduan Role Model Pendampingan Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan; Pengelolaan dan Pengembangan Kawasan Hutan dan Lingkungan; Kerja Sama, Akses Permodalan dan Akses Pasar’; serta ‘Monitoring dan Evaluasi Perhutanan Sosial’. Materi tersebut akan dijelaskan melalui komunikasi dua arah oleh para narasumber.

Produk herbal

Di tengah pandemi covid-19, berbagai produk hasil petani hutan diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh, karena mengandung banyak zat pendorong imunitas tubuh manusia yang diolah dari alam.

Dikatakan Menteri Siti beberapa waktu lalu, hasil-hasil dari kelompok Perhutanan Sosial atau KUPS sangat bermanfaat seperti madu, mi­nyak kayu putih dan lain-lain untuk imunitas tubuh manusia.

“Produk-produk itu kita berikan kepada paramedis yang sedang bekerja keras untuk menangani covid-19,” ungkap Menteri Siti.
Khusus wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, KLHK telah mengalokasikan 2.000 paket produk herbal. Paket yang telah disalurkan sebanyak 280 paket dan 1.720 paket segera didistribusikan ke rumah sakit (RS) rujukan pasien korona baik di DKI dan sekitarnya maupun daerah lain. Paket tersebut juga disalurkan bagi jurnalis peliput covid-19 dan masyarakat terdampak Covid-19.

Selain itu, telah dialokasikan 5.000 paket herbal di daerah dan 2.230 paket telah disalurkan di lima Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan pada masing- masing wilayah. Sisa paket produk herbal akan disalurkan kepada rumah sakit lainnya dan masyarakat bersamaan dengan penyaluran alat pelindung diri (APD) dan atau sembako.

Hingga 22 Maret 2020, KLHK mencatat telah ada 6.940 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Terdiri dari komoditas agroforestri (25%), buah-buahan (17%), wisata alam (11%), kayu-kayuan (13%), Kopi (8%), tanaman pangan (8%), madu (5%), aren (4%), hasil hutan bukan kayu lainnya (4%), rotan dan bambu (3%), dan kayu putih (1%).

Dengan pendampingan melalui program PS, produk para petani hutan tersebut kini sudah dikemas lebih modern­ dan melalui teknologi peng­olahan yang memenuhi standar layak konsumsi.

Produk para petani juga telah diteliti secara ilmiah terkait kandungan antioksidan dan berbagai zat yang membantu meningkatkan imunitas tubuh manusia dari serangan mikroogranisme penyebab penyakit.

“Kami terus dorong petani hutan untuk meningkatkan produksinya, karena peminatnya juga semakin banyak. Dengan begitu ekonomi rakyat terus bergerak di tengah tantangan menghadapi pandemi korona ini,” kata Menteri Siti.

Pelatihan ini dilakukan guna memberikan aktivitas yang memadai kepada masyarakat sehingga program PS tidak terhenti karena wabah Covid-19.

Kegiatan tersebut dimulai dari persiapan pelaksanaan, pelaksanaan pelatihan online dan mandiri, evaluasi, dan selanjutnya diharapkan seluruh peserta jika lulus nantinya akan mendapatkan sertifikat pelatihan yang dapat di-print secara online.

Beri nilai tambah

Menteri Siti Nurbaya berharap pelatihan ini dapat dijadikan wadah belajar mengelola hutan sosial, sehingga hutan selain memberikan nilai tambah ekonomi, juga tetap bisa lestari.

“Selamat mengikuti pelatih­an dengan serius dan sungguh-sungguh, selamat berkarya, semoga apa yang dilakukaan saat ini bermanfaat bagi bangsa indonesia di masa kini dan di masa yang akan datang,” pungkas Menteri Siti.

Dalam rekaman video terpisah untuk memberikan motivasi kepada peserta e-learning, Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin menyampaikan apresiasi kepada KLHK karena dalam keterbatasan kondisi seperti saat ini mampu menghadirkan program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.   

“Saya sangat mengapresiasi KLHK di mana dalam keterbatasan globalisasi saat ini mempunyai program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, kolaborasi program peningkatan dan pemberdayaan masyarakat melalui program Perhutanan Sosial dan program pengembangan sumber daya manusia khususnya bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan yang menjadi prioritas nasional,” ucap Sudin. (S1-25)

BERITA TERKAIT