28 April 2020, 08:40 WIB

Hasil Rapid Test Pemudik di Blora Reaktif Covid-19


Akhmad Safuan | Nusantara

HASIL rapid test terhadap sebagian pemudik yang baru pulang dari Pondok Temboro, Magetan, Jawa Timur menuju Kabupaten Blora, dua orang di antaranya reaktif covid-19. Keduanya adalah  warga Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora.. Total ada enam orang yang reaktif dari hasil rapid test covid-19.

"Rapid test belum menjadi diagnosa, baru menjadi tes skrining awal antibodi sehingga masih menunggu hasil test lanjutan (swab test) dari BTKL Yogyakarta untuk kepastiannya," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Lilik Hernanto, Senin (27/4).

Ia membenarkan secara keseluruhan jumlah warga reaktif positif covid-19 ada enam orang. Mereka saat ini menjalani pengawasan dan isolasi sambil menunggu hasil tes swab dari BTKL Yogyakarta. Sebelumnya ada tiga warga diketahui positif korona berdasarkan rapid test setelah hasil tracking dari warga Blora yang positif covid-19 (telah meninggal). Kemudian satu lagi dari Desa Kentong, Kecamatan Cepu, Blora yang merupakan pendatang dari Jakarta

Selanjutnya dua hari lalu, demikian Lilik, ada tambahan dua reaktif rapid-test dari Kecamatan Kradena yakni pendatang dari Pondok Temboro Magetan. 

"Ada sekitar 100 santri yang mudik, sebagian sudah rapid test dan diperoleh dua positif," tambahnya.

Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan saat ini kasus terkonfirmasi positif covid-19 sudah kosong atau tidak ada setelah satu warga positif korona sudah meninggal. Namun ia meminta masyarakat harus mewaspadai karena ada 27 ribu pemudik di Blora, dan enam orang di antaranya reaktif positif covid-19 berdasarkan hasil rapid test. Dan kini tinggal menunggu hasil swab. 

baca juga: PDP Mengidap TB dan Pneumonia Meninggal di Kupang

"Kepada pemudik yang sudah terlanjur sampai rumah, saya minta lapor aparat desa setempat dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,"  ujar Djoko Nugroho.

Selain itu, lanjut Djoko Nugroho, diminta kepada warga ikuti seluruh anjuran pemerintah, karena tidak tahu apakah saat ini dalam kondisi sehat atupun sudah tertular. 

"Ketika kita tertular maka kita juga berpotensi menularkan kepada orang lain," imbuhnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT