28 April 2020, 09:15 WIB

Enggartiasto Galang Pengusaha Bantu Pemerintah Atasi Covid-19


MI | Ekonomi

POLITIKUS senior Partai NasDem, Enggartiasto Lukita, mengata kan saat ini semua negara tengah berjuang menghadapi pendemi virus korona baru atau covid-19. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersatu mendukung pemerintah dalam menangani virus ini di Indonesia.

“Tidak ada satu negara pun yang siap. Sekaliber Amerika (Serikat) sekalipun, tidak siap. Jadi tidak bisa lah kita salahkan pemerintah. Pemerintah negara mana yang siap? Kalau kita semata menyatakan itu tugas pemerintah saja, itu tidak fair,” kata Enggar dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.

Mantan Menteri Perdagangan RI itu berinisiatif menggalang para pengusaha untuk bahu-membahu membantu pemerintah mengatasi pandemi dengan menyalurkan kebutuhan logistik dan alat pelindung diri (APD) ke seluruh daerah serta rumah- rumah sakit rujukan.

“Kepada pengusaha dan siapa pun yang berkecukupan di negeri ini untuk saling membantu. Bangsa ini memerlukan semua elemennya untuk urun rembuk saling membantu,” sebutnya.

Enggar juga menyebut kepedulian Chandra Asri, PT Indonesia SEIA, dan Pakuwon Grup melalui Pakuwon Peduli turut berkon tribusi dalam menangani pandemi.

Bahkan, ia mengapresiasi langkah BNPB dan Bea Cukai melakukan impor APD dan sebagai tindakan cepat tanpa kendala birokratis. “Saatnya kita harus berbuat. Wabah seperti ini tak pernah terjadi. Saudara-saudara kita bergelimpangan, apa bisa kita hanya diam? Tidak kan. Kita harus turun tangan, semuanya,” tegasnya.

Enggar sendiri turun langsung mengecek kecukupan dan kebutuhan APD dan lainnya melalui berbagai jaringan di Tanah Air. Bersama Alek Sumadi Seng dan Then Herry Yulianto dari Yayasan Sahati, ia memantau pengiriman sejumlah kebutuhan APD dan lainnya ke sejumlah daerah. Di antaranya 1,3 juta masker bedah, 300.000 masker KN-95, 40.000 pelindung wajah (face shield), 60.000 APD, dan sarung tangan medis 100.000 set.

Saat ini juga dia tengah menyiapkan 175.000 alat rapid test dan 30 ventilator. “Kami memprioritaskan membeli alat kesehatan produksi dalam negeri selama memenuhi standar,” lanjutnya. (Fer/E-3)

BERITA TERKAIT