28 April 2020, 07:45 WIB

Pekan Imunisasi, Bayi 0-18 Bulan Jadi Prioritas


(Ata/H-2) | Humaniora

PEKAN Imunisasi Sedunia diperingati pada minggu ke-4 April setiap tahunnya di lebih dari 180 negara di dunia. Karena situasi pandemi virus korona baru (covid-19), Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan agar pemberian imunisasi diprioritaskan pada bayi berusia 0-18 bulan. "Dahulukan anak usia 0-18 bulan. Selain itu, supaya tidak bolak-balik, boleh dilakukan 2-3 suntikan sekaligus," kata Sekretaris Satgas IDAI yang juga dokter spesialis anak Soedjatmiko dalam diskusi daring di Jakarta, kemarin.

Ia juga mengingatkan agar pelayanan imunisasi di masa pandemi harus tetap berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan agar tidak muncul kejadian luar biasa (KLB) yang timbul akibat kelalaian sesudah pemberian imunisasi.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Vensya Sitohang menyampaikan, pekan imunisasi di Indonesia dilaksanakan pada 24 hingga 30 April 2020 dengan mengangkat tema Imunisasi untuk semua. Pada 2019, sebanyak 6,3% anak Indonesia atau sekitar 300 ribu anak diketahui belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Di masa pandemi ini, Vensya memastikan banyak daerah yang tetap menjalankan program imunisasi. " Berdasarkan survei sederhana yang kami lakukan, 92% masih bersedia menyediakan layanan imunisasi di daerah," tuturnya. Jika benar-benar tidak dapat dilakukan, kata Vensya, imunisasi bisa ditunda dalam waktu dua minggu. Petugas imunisasi harus mendata dan memastikan anak yang terlambat imunisasi diberikan pada layanan berikutnya. (Ata/H-2)

BERITA TERKAIT