28 April 2020, 05:58 WIB

PM Inggris Tolak Terburu-Buru Longgarkan Lockdown


Basuki Eka Purnama | Internasional

PERDANA Menteri Inggris Boris Johnson, Senin (27/4), tampil di muka publik untuk pertama kali sejak dirawat di rumah sakit karena covid-19, tiga pekan lalu.

Dalam pernyataannya dari Downing Street di hari pertamanya kembali bekerja, Johnson yang terlihat lebih kurus meminta maaf karena absen lebih lama dari perkiraannya.

Dia kemudian berterima kasih kepada warga Inggris yang menuruti aturan tinggal di rumah selama lebih dari 1 bulan dan mengatakan hal itu memastikan para pekerja kesehatan tidak kewalahan.

Baca juga: Negara-Negara di Dunia Dituding Abaikan Peringatan WHO

"Itulah mengapa, saat ini, kita berhasil membalikkan keadaan," ujar Johnson sembari mengulangi janjinya pada 19 Maret bahwa Inggris berpeluang mengalahkan pandemi covid-10 dalam tempo 3 bulan jika semua orang menjalankan aturan menjaga jarak sosial.

Namun, lebih dari 20 ribu orang telah meninggal dunia di Inggris akibat covid-19, belum termasuk mereka yang berada di panti jompo. Hal itu menjadikan Inggris sebagai salah satu negara yang paling parah terhantam wabah virus korona.

Inggris mencatatkan 360 kematian pada Senin (27/4), terendah sejak bulan lalu. Johnson mengakui hal itu meningkatkan tekanan untuk segera melonggarkan lockdown. Namun, dia bersikeras hal itu belum bisa dilakukan.

"Saya menolak membuang semua upaya dan pengorbanan warga Inggris untuk kemungkinan gelombang kedua pandemi. Itu akan menyebabkan semakin banyak orang meninggal dunia dan NHS kewalahan," tegas Johnson. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT