28 April 2020, 06:10 WIB

Utamakan Aplikasi Lokal


Ihfa Firdausya | Humaniora

APLIKASI Zoom Meeting kian populer sebagai aplikasi untuk konferensi video (video conference) ataupun rapat-rapat. Akan tetapi, belakangan aplikasi itu dinilai rawan peretasan, pencurian data, atau dikenal dengan istilah Zoom bombing.

Untuk menghindari kerawanan itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyarankan penggunaan aplikasi serupa buatan dalam negeri. Menurut dia, aplikasi buatan Indonesia aman dan didukung pusat data di dalam negeri.

“Kemenkominfo tentu memperhatikan keamanan vidcon (video conference) dan utamakan aplikasi yang dibangun di dalam negeri dengan tetap melakukan evaluasi atas security system dan menjaga kerahasiaan vidcon dan perlindungan atas kerahasiaan data,” ujar Menkominfo kepada Media Indonesia, kemarin.

Johnny pun menyebut dua aplikasi yang dibangun Telkom dan Telkomsel. “Di samping aplikasi dari luar negeri seperti Zoom dan Cisco WebEx, di dalam negeri juga sudah dibangun aplikasi yang sejenis, yakni Cloud X oleh Telkomsel dan Umeetme oleh Telkom,” jelasnya.

Dia juga mengatakan sistem keamanan aplikasi-apliksi itu terus dievaluasi Kemenkominfo. “BSSN dan letak data center di dalam negeri tentu akan lebih efisien karena tidak perlu membayar transmisi data cross boder (internasional) yang lebih mahal,” tukasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan telah melarang penggunaan aplikasi konferensi video tanpa mutu keamanan tinggi seperti Zoom. Terlebih bila digunakan untuk pembahasan yang mengandung rahasia negara.

Selain Kementerian Pertahanan, pada 24 April lalu Badan Nasional Penanggulangan Terorisme juga mengeluarkan edaran kepada jajarannya perihal larangan penggunaan Zoom.

“Terkait dengan kerahasiaan dan keamanan aplikasi tersebut, untuk pertemuan-pertemuan yang mengandung rahasia negara memang baiknya tidak menggunakan aplikasi publik seperti Zoom,” kata Staf Khusus Menhan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antarlembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada Media Indonesia, kemarin.

Lumrah

Ahli teknologi informasi, Abimanyu Wachjoewidajat, mengatakan aplikasi Zoom yang saat ini tengah populer digunakan sebagai alat penunjang dalam melakukan work from home atau bekerja dari rumah selama masa pandemi covid-19 bukan merupakan aplikasi yang membahayakan.

“Aplikasi Zoom ini sejak adanya covid-19 banyak digunakan kan sebagai perangkat penunjang untuk melakukan pekerjaan dari rumah. Hal yang perlu saya tekankan di sini ialah aplikasi Zoom tidak berbahaya karena aplikasi Zoom sendiri bukan dibentuk atau dibuat sebagai malware (perangkat perusak) atau spyware (perangkat pengintai),” ucap Abimanyu, kemarin.

Ia justru menilai isu-isu yang tengah ramai diperbincangkan masyarakat terkait dengan aplikasi Zoom ini sejatinya lumrah terjadi pada aplikasi lain saat pamornya tengah meningkat.

Ahli teknologi informasi, Ruby Alamsyah, juga membantah perihal lemahnya tingkat keamanan aplikasi Zoom. Namun, ia mengatakan ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan terkait dengan aplikasi telekonferensi Zoom yang sedang banyak digunakan berbagai kalangan tersebut.

“Celah keamanan terkait privasi, sebelumnya pada Zoom ada pertukaran data dari Zoom ke Facebook tanpa ada persetujuan pengguna. Ini memang cukup membahayakan. Namun, hal ini sudah diubah pihak Zoom sehingga hal tersebut tidak lagi terjadi,” ucap Ruby dalam pesan singkatnya. (Cah/Rif/X-6)

BERITA TERKAIT