28 April 2020, 03:35 WIB

PSBB Diberlakukan, Masyarakat Sidoarjo Diminta jangan Bandel


Heri Susetyo | Nusantara

ATURAN Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan angka penularan virus korona (Covid-19) akan mulai diterapkan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (28/4). Selama penerapan PSBB yuang akan berlangsung selama 14 hari, masyarakat diminta mentaati aturan yang diterapkan pemerintah agar mata rantai penyebaran Covid-19 bisa terputus.   

Pelaksana Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin meminta masyarakat mematuhi aturan selama penerapan PSBB ini demi efektifnya upaya memutus mata rantau penyebaran covid-19. Diantaranya dengan selalu mengenakan masker saat keluar rumah atau pun saat berkendara.

Masyarakat juga diminta mematuhi aturan jam malam yang berlaku mulai pukul 21.00 WIB hingga 04.00 WIB. Selama jam malam, masyarakat sudah harus menghentikan aktivitasnya dan pulang ke rumah. "Pada jam malam itu tidak ada aktivitas warga di luar rumah," kata Nur, Senin (27/4).

Pemberlakuan jam malam untuk membantu petugas gabungan dalam melakukan pengawasan demi efektifnya pelaksanaan PSBB. Sebab, jumlah personel gabungan sangat terbatas dibandingkan jumlah warga Sidoarjo yang mencapai 2,5 juta orang.

Selama PSBB, semua tempat usaha sudah harus ditutup pukul 21.00 WIB. Bagi warga yang tetap nekat membuka usaha padajam malam sudah disiapkan sanksinya.

"Sanksinya mulai teguran, pemanggilan hingga penutupanpaksa," kata Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sidoarjo Kombes Sumardji, Minggu (26/4).

Selama penerapan PSBB, pengendara sepeda motor juga dilarang berboncengan, kecuali untuk yang masih satu keluarga serumah. Demikian pula tukang ojek online hanya boleh mengangkut pesan antar dan dilarang mengangkut penumpang.

Untuk mendukung pelaksanaan PSBB di Kabupaten Sidoarjo, Polresta Sidoarjo mendirikan belasan titik check point untuk memantau para pengendara yang melintas. Jumlah check point yang didirikan sebanyak 16 buah. (R-1)

BERITA TERKAIT