28 April 2020, 03:05 WIB

Tidak Bisa Masuk Kota Solo, Puluhan Kendaraan Balik Arah


Widjajadi | Nusantara

PETUGAS gabungan Operasi Ketupat Candi 2020 menjaring puluhan mobil berpelat nomor non AD di check point penyekatan di Simpang Makutho, yang merupakan pintu perbatasan yang menghubungkan Kota Solo dengan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (27/4). Sebagian besar, kendaraan yang berpelat B (Jakarta) dan D (Bandung) itu harus putar balik

Pemeriksaan ini berkaitan dengan pemberlakuan larangan mudik dari pemerintah yang berlaku sejak 24 April untuk mencegahan penyebaran Covid-19. Warga Solo mengemudikan kendaraan yang berasal dari luar Kota Solo dicatat oleh petugas Dishub Kota dan diarahkan ke rumah  karantina Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 (GT-PPC) di Graha Wisata Niaga Sriwedari. Sedangkan para pemudik, disuruh balik arah dan harus kembali ke daerah asal berangkat.

"Ya kami meminta mereka balik arah, ini bagian dari konsekuensi pelarangan mudik," kata Kasatlantas Polresta Solo, Komisaris Afrian Setya Permadi.

Selain simpang Makutho, pemeriksaan penyekatan untuk menghadang para pemudik juga dilaksanakan di Simpang Paroka dan Simpang Kadipiro. " Mulai 28 April, penyekatan ditambah di Simpang Jurug bersamaan dengan pemberlakuan PSBB Jawa Timur," imbuh Afrian.

Operasi Ketupat Gandi 2020 lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yakni 37 hari dan akan berakhir pada H+ Lebaran 2020. Selain lebih panjang waktu pelaksanaan, fokus razia juga berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yakni mengawasi pemudik yang ingin masuk Kota Solo dan wilayah sekitar Solo.

"Operasi Ketupat ini akan fokus untuk pemeriksaan dan penyekatan kendaraan bermotor luar Solo. Baik kendaraan pribadi maupun kendaraan angkutan barang yang masuk Solo," ujar dia. (R-1)

 

BERITA TERKAIT