28 April 2020, 01:50 WIB

Pemkot Medan Matangkan Kebijakan Cluster Isolation


Yoseph Pencawan | Nusantara

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Medan, Sumatera Utara semakin mematangkan kebijakan penerapan Cluster Isolation untuk mempercepat penuntasan pandemi Covid-19 di daerahnya. Senin (27/4) Pemkot Medan melakukan pertemuan pihak kepolisian untuk mematangkan kebijakan penanganan wabah Covid-19.  

Dalama pertemuan tersebut, kepada Kapolrestabes Medan Kombes Jhonny Eddizon Isir, Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution menyampaikan draf Rancangan Peraturan Wali Kota (Ranperwal) Kota Medan terkait  Karantina Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Medan. Pada paparannya terungkap bahwa dalam penerapan Cluster Isolation di antaranya diatur bahwa Pemkot Medan akan melakukan screening awal kepada warga yang memasuki Kota Medan.

"Kemudian diikuti dengan pengecekan suhu tubuh. Jika panas tubuhnya mencapai 38 derajat, yang bersangkutan akan dilakukan karantina rumah karena sudah masuk kategori orang dalam pengawasan (ODP)," jelas Akhyar.

Memang, kata dia, walaupun sudah masuk kategori ODP, tetapi yang bersangkutan belum dapat disimpulkan positif Covid-19. Namun untuk menghindari terjadinya transmisi lokal, maka yang bersangkutan dikarantina di rumah.

Selama menjalani karantina, yang bersangkutan akan diberi bantuan pangan. Selain ODP, karantina rumah juga akan diberlakukan terhadap warga yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) serta pelaku perjalanan (PP).

Kapolrestabes Medan memastikan pihaknya siap mendukung peraturan tersebut. Polrestabses Medan juga selalu siap berkolaborasi dengan pemkot untuk penanganan Covid-19 dengan menggelar Operasi Aman Nusa.

"Kami juga ikut serta melakukan deteksi terhadap progam jaringan pengaman sosial untuk memastikan bantuan yang diberikan kepada masyarakat tepat sasaran dan menghindari terjadinya kericuhan," ujar Jhonny Eddizon Isir. (R-1)

 

BERITA TERKAIT