28 April 2020, 01:40 WIB

Tidak ada Lagi Penolakan Terhadap PMI di Bali


Arnoldus Dhae | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bali memberikan apresiasi kepada seluruh warga masyarakat di Bali yang tidak lagi menolak keberadaan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali yang dikarantina di beberapa lokasi di Bali baik yang dikelolah oleh pemprov Bali maupun oleh kabupaten dan kota di Bali.

Ketua Harian Gugus Tugas Covid19 Bali Dewa Made Indra mengatakan, sampai hari ini timnya tidak lagi menerima laporan tentang upaya penolakan tersebut. Justru sebaliknya sudah koordinasi dengan baik masyarakat sekitar untuk menerima para PMI.

"Dalam beberapa hari terakhir ini kami tidak lagi mendapatkan laporan adanya penolakan masyarakat terhadap tempat karantina dan juga tidak lagi menerima informasi atau laporan tentang penolakan, pengucilan yang dilakukan terhadap PMI yang baru saja pulang dari tempat kerjanya di luar negeri. Ini adalah satu indikasi bahwa masyarakat kita semakin paham terhadap resiko dari Covid-19. Mudah-mudahan kondisi ini terus berjalan dan tidak ada lagi penolakan-penolakan masyarakat terhadap tempat karantina maupun terhadap PMI itu sendiri," ujar Dewa Indra di Denpasar, Senin (27/4).

Kepada para PMI, Dewa Indra meminta setelah menjalani karantina, baik yang dilakukan Pemprov maupun oleh kabupaten dan kota, melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari. Ini sangat penting untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa PMI serius memutus mata rantai penularan Covid-19 di Bali.

Setelah menjalan karantina mandiri selama 14 hari maka para PMI harus berinisiatif memeriksakan diri untuk mengecek di Puskesmas terdekat. Sebab, baik rapid test saat ini sudah berada di rumah sakit atau Puskesmas terdekat.

"Kalau Puskesmas tidak menyediakan atau kekurangan rapid test, silakan hubungi dinas kesehatan kabupaten dan kota setempat. Saya pastikan bahwa rapid test kit itu tersedia dalam jumlah yang cukup di kabupaten dan kota," ujarnya. (R-1)

BERITA TERKAIT