28 April 2020, 01:10 WIB

Thailand Perpanjang Keadaan Darurat Hingga Akhir Mei


Nur Aivanni | Internasional

THAILAND akan memperpanjang keadaan darurat Covid-19 hingga akhir Mei. Kendati demikian, kata juru bicara pemerintah, Thailand juga akan mempertimbangkan pelonggaran beberapa pembatasan pada bisnis dan aktivitas publik karena jumlah kasus baru telah berkurang.

Thailand, Senin (27/4), melaporkan sembilan kasus baru Covid-19 dan tidak ada penularan secara lokal yang baru di Bangkok untuk pertama kalinya sejak wabah dimulai pada Januari. Thailand telah melaporkan 2.931 kasus secara total dan 52 kematian, sementara 2.609 pasien telah pulih.

Kekhawatiran atas kemungkinan gelombang kedua atas pandemi Covid-19  mendorong Center for Covid-19 Situation Administration (CCSA) untuk merekomendasikan perpanjangan keadaan darurat dan jam malam nasional untuk satu bulan lagi. CCSA juga merekomendasikan untuk melanjutkan pembatasan pada perjalanan antara provinsi dan kegiatan publik berskala besar, memperpanjang kebijakan kerja dari rumah, dan menunda empat hari libur umum pada Mei.

"Keadaan darurat telah memungkinkan tindakan yang cepat dan efektif yang mengarah pada pengurangan infeksi harian baru di dalam negeri," kata juru bicara CCSA, Taweesin Wisanuyothin.

Taweesin menambahkan bahwa kabinet juga akan membahas pelonggaran beberapa pembatasan untuk bisnis dan aktivitas publik karena ada kemajuan dalam melawan pandemi. Namun dia tidak memberikan rincian tentang jenis perubahan atau tanggal kapan pembatasan akan dicabut.

Otoritas Penerbangan Sipil Thailand juga memperpanjang larangan semua penerbangan penumpang internasional yang masuk hingga 31 Mei. (CNA/R-1)

BERITA TERKAIT