28 April 2020, 04:55 WIB

Desa pun Menutup Pintu bagi Pemudik


Ferdinandus Rabu | Nusantara

BERBAGAI upaya dilakukan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus korona baru atau covid-19, mulai pemerintah pusat sampai tingkat desa. Larangan mudik membuat desa-desa menutup pintu bagi perantau yang ingin pulang ke kampung halaman masing-masing.

Penutupan pintu masuk desa antara lain dilakukan sejumlah desa di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pintu desa juga dijaga ketat aparat desa untuk membatasi keluar-masuk warga setempat.

Desa Watotutu di Kecamatan Ile Mandiri, misalnya, selain menutup pintu juga sekaligus membangun posko penanganan covid-19. Dana desa dialokasikan untuk memperkuat sarana dan pelayanan medis di daerah itu. “Di desa ini ada posko untuk mendukung penanganan covid-19. Kami juga sudah mengimbau warga luar (perantau) untuk tidak pulang kampung dulu. Oleh karena itu, kami mem­batasi akses mudik dengan menempatkan sejumlah aparat desa,” kata Kepala Desa Watotutu Yoseph Leton, kemarin.

Desa lainnya yang melakukan hal serupa ialah Desa Aransina di Kecamatan Tanjung Bunga. Pintu masuk desa ditutup dengan pagar bambu sejak sebulan lalu. Di tingkat kabupaten, pemerintah setempat juga menutup dan mengunci Pelabuhan Larantuka bagi pelayaran Kapal Pel­ni, sedangkan akses pelayaran Kapal Angkutan Sungai dan Penyeberang­an (ASDP) diminta untuk mengurangi frekuensi pelayaran.

Upaya memutus penyebaran pandemi covid-19 dilakukan aparat Polsek Nubatukan, Kabupaten Lembata, NTT, dengan meminta para sopir angkutan umum melaporkan setiap kedatangan pemudik kepada otoritas kesehatan atau aparat keamanan setempat untuk ditindaklanjuti.

Larangan mudik dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan menolak kedatangan setiap pemudik dari daerah pandemi covid-19 yang akan masuk ke wilayah tersebut. Hal itu antara lain dilakukan dengan memerintahkan setiap kendaraan pemudik untuk berbalik arah meninggalkan pintu masuk wilayah DIY.

“Bapak Gubernur tadi pagi memerintahkan kepada kami agar meminta kendaraan pemudik dari wilayah pandemi covid-19 untuk putar balik,” kata Kepala Dinas Perhubungan DIY Tavip Agus Rayanto.

Kebijakan serupa dilakukan Pemprov Jawa tengah (Jateng) di setiap perbatasan provinsi itu dengan provinsi tetangga. Akibatnya, ratusan kendaraan dari arah Jawa Barat (Jabar) ataupun Jawa Timur (Jatim) harus berbalik arah. Penyekatan dilakukan di sejumlah ruas jalan dan berlangsung selama 24 jam.

Di perbatasan Jateng-Jatim wilayah Kabupaten Rembang, Sragen, dan Blora, puluhan petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dinas perhubungan, serta petugas kesehatan menghentikan setiap kendaraan yang akan melintas. Pemandangan se­rupa terlihat di perbatasan Jateng-Jatim wilayah Cepu, Kabupaten Blora.

Pelabuhan Kalianget

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget di Kabupaten Sumenep, Jatim, menutup seluruh aktivitas angkutan penumpang dan pelayaran. Penutupan berlaku sejak kemarin hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Kepala KSOP Kalianget, Supriyanto, mengatakan penutupan dilakukan setelah terbit Peraturan Menteri Perhubungan tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri dalam rangka pencegahan penularan covid-19. (PT/AT/AS/MG/RS/OL/RF/YK/ WJ/MY/N-1)

BERITA TERKAIT