28 April 2020, 00:25 WIB

Jadwal Padat Tahun Depan Paksa Atlet Atur Strategi


Akmal Fauzi | Olahraga

INDUK cabang olahraga dan atlet dipaksa mengatur strategi untuk menghadapi agenda olahraga di tahun depan yang padat oleh kejuaraan. Apalagi, untuk para atlet yang berlaga di Olimpiade, Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Sea Games.

Ketiga kejuaraan itu diagendakan dalam selisih waktu yang berdekatan. Olimpiade Tokyo digelar pada Juli-Agustus, sementara PON di Oktober dan Sea Games di Vietnam pada akhir November.

Kepala Bidang Pembinaan Prestasti Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI), Alamsyah Wijaya mengatakan, padatnya jadwal tahun menjadi resiko penundaan sejumlah event seperti PON dan Olimpiade. Namun, dia mengaku tidak masalah dengan kondisi tersebut.

“Enggak ada masalah tinggal kami atur dan tentukan peak performance para atlet,” kata Alamsyah saat dihubungi Media Indonesia, Senin (27/4).

Dia mengatakan, lifter Eko Yuli Irawan pernah punya pengalaman mengikuti jadwal padat pada 2014 lalu dengan mengikuti Asian Games, kejuaraan angkat beso Asia dan kejuaraan Pekan Olahraga Daerah di Jawa Barat.

Untuk itu, kata Alamsyah, para atlet tidak dilarang untuk tidak tampil lebih dari satu kejuaraan yang diikutinya.

“Atlet yang sudah lolos Olimpiade bisa tampil di PON dan Sea Games. Itu tidak masalah, bagaimana maintanance performa atlet, menjaga berat badan, nutrisi bagus,” kata dia.

Terpisah, lifter Eko Yuli mengatakan, selain tampil di Olimpiade, dia berpotensi untuk tampil juga di Sea Games dan PON. Dia mengaku siap untuk tampil di tiga kejuaraan tersebut.

“Tentu kami punya strategi sendiri untuk menghadapo jadwal seperti itu. Tapi kami serahkan ke pelatih bagaimana ke depan,” kata Eko Yuli.

Hal berbeda dikatakan, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (Perpani), Illiza Sa’aduddin Djamal. Menurutnya, padatnya kejuaraan tahun depan membuat federasi harus bisa memilah mana kejuaraan yang diprioritaskan untuk diikuti.

Dia mengaku mewacanakan untuk atlet yang tergabung di Pelatnas untuk ikuti kejuaraan internasional tidak diproyeksikan untuk mengikuti PON.

“Mereka harus fokus mana yang harus diutamakan. Itu tentu bisa memberi dampak hasil agar bisa optimal,” kata Illiza.

Dia memahami bagaimana Pengurus Provinsi (Pengrov) ingin agar yang tampil di PON merupakan atlet terbaik. Namun, kata dia, harus ada yang diprioritaskan untuk diikuti.

Illiza mengatakan, akan membahas lebih lanjit hal itu dengan Pengprov dan pelati. “Ini belum keputusan baru pemikiran saya. Nanti akan dibahas lebih lanjut,” jelasnya. (OL-8).

 

BERITA TERKAIT