28 April 2020, 03:10 WIB

Negara Pandemi Korona Mulai Buka Lockdown


Nur Aivanni | Internasional

NEGARA-NEGARA paling terpukul di Eropa melaporkan penurunan angka kematian harian virus korona baru (covid-19) pada Minggu (26/4) waktu setempat, ketika pemerintah di seluruh dunia mulai melonggarkan penguncian (lockdown) dalam upaya memulihkan kehidupan normal dan menggerakkan kembali perekonomian yang lumpuh.

Italia dengan jumlah kematian terbanyak di Eropa menyatakan sejumlah bisnis akan kembali dibuka pada minggu depan. Sementara itu, Prancis berencana mengumumkan upaya membuka kembali lockdown sehingga bisa menjalani kehidupan normal.

Para pemimpin di seluruh dunia berusaha melonggarkan lockdown secara bertahap untuk menghindari gelombang infeksi kedua di tengah peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa orang yang telah pulih bisa terinfeksi kembali.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, pada Minggu (26/4), mengumumkan rencana untuk mengurangi penguncian wilayah atau
lockdown akibat pandemi mulai 4 Mei.

Nantinya, warga Italia akan diizinkan untuk mengunjungi kerabat di wilayah tempat tinggal mereka. Sementara itu, setiap gerakan lain hanya akan diizinkan untuk alasan pekerjaan atau kesehatan, seperti dilaporkan kantor berita Sputnik.

“Kami tidak mengatakan bahwa mulai 4 Mei pesta di rumah dan reuni keluarga akan diizinkan,” kata Conte, seperti dikutip dari Bernama, Senin (27/4).

Dia menambahkan, warga masih dilarang untuk berpindah dari satu daerah ke daerah lain dengan transportasi umum atau pribadi. Gubernur New York Andrew Cuomo juga mengutarakan hal senada bahwa kemungkinan manufaktur dan konstruksi di negara bagian tersebut akan mulai dibuka kembali setelah 15 Mei.

Cuomo mengatakan pelonggaran langkah-langkah pembatasan itu akan dilakukan pertama di utara negara bagian itu dan bukan di wilayah metropolitan New York City yang sejauh ini merupakan daerah yang paling terdampak pandemi virus korona di AS.

“Bagian selatan New York akan menjadi lebih sulit,” tambahnya, seperti dikutip dari AFP, Senin (27/4). Dia mengatakan, potensi pembukaan kembali New York City perlu dikoordinasikan dengan pihak berwenang di negara bagian yang berdekatan, New Jersey dan Connecticut.

Setiap keputusan akhir akan dikondisikan pada penurunan pasien rawat inap covid-19 antara sekarang dan 15 Mei.


Buka kembali masjid

Senada, Presiden Iran Hassan Rouhani juga berencana membuka kembali masjid-masjid di beberapa bagian negara yang secara konsisten bebas dari wabah virus korona. Iran, yang merupakan salah satu negara di Timur Tengah yang paling terpukul pandemi, kata Rouhani, akan dibagi menjadi wilayah putih, kuning, dan merah berdasarkan jumlah infeksi dan kematian.

Kegiatan di tiap-tiap wilayah akan dibatasi sehingga daerah yang secara konsisten bebas dari infeksi atau kematian akan diberi label putih dan masjid bisa dibuka kembali dan salat Jumat bisa dilakukan kembali.

Dikutip dari Channel News Asia, Senin (27/4), dia mengatakan label yang diberikan ke wilayah mana pun di Republik Islam itu bisa berubah. Namun, dia tidak menentukan kapan program kode warna tersebut akan berlaku.

Warga Iran telah kembali ke tokotoko, pasar-pasar, dan taman-taman selama sepekan terakhir karena negara itu melonggarkan pembatasan akibat virus korona. (AFP/CNA/Bernama/BBC/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT