28 April 2020, 02:40 WIB

Alih Profesi untuk Penuhi Kebutuhan


MI | Sepak Bola

PANDEMI virus korona (covid-19) telah menghentikan hampir semua aktivitas. Di dunia olahraga, khususnya sepak bola di Tanah Air, korona membuat penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dan di bawahnya ditunda.

Klub merugi kerana tidak ada pemasukan, pemain dipulangkan, dan bahkan wasit pun jadi kehilangan pekerjaan.

Namun, berada di situasi antah-berantah bukan berarti harus pasrah pada keadaan. Hal itu yang dilakukan salah satu wasit Liga 2, Marjukih. Di tengah penundaan kompetisi, Marjukih memilih menjual es buah bersama sang istri. 

Dari cerita Marjukih, dirinya selalu siap untuk dijumpai di lapaknya mulai sore hari di tepi Jalan Tanjung Pura, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat.

“Kompetisi lagi libur. Jadi, alih profesi dulu,” kata Marjukih, kemarin. Marjukih mengaku hal itu harus dilakukannya saat tak ada pemasukan sebagai wasit. Ayah dua anak itu mengatakan tak punya pilihan kecuali ikut terjun di usaha yang semula dijalankan istrinya sejak setahun yang lalu.

“Saya menjual es buah dan es kelapa. Yang penting halal dan yang utama biar ada pemasukan. Sekarang juga tidak ada kegiatan wasit, yang honornya dihitung per pertandingan,” ujarnnya.

Marjukih mengaku masih memiliki sedikit pendapatan saat memimpin Liga 3 musim lalu. Akan tetapi, sudah lebih dari tiga bulan, gaji itu tak kunjung ia terima.

"Soal tunggakan honor sudah biasa atau klasik di Liga 3,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengatakan honornya saat memimpin laga perdana Liga 2 Badak Lampung kontra PSKC Cimahi, Minggu (15/3), juga
masih tersendat. Ia mengaku telah menindaklanjuti soal bayaran itu kepada PT LIB selaku operator kompetisi dan Komite Wasit. 
Namun, ia justru diminta untuk bersabar. “Saya sudah tanya saat bertugas di Liga 2 tempo lalu, tapi disuruh tunggu dan sabar. Saya yakin pasti dibayar,” kata Marjukih. Saat menanggapi keluhan Marjukih, Ketua Komite Wasit Sonhadji mengaku pihaknya sudah berdiskusi dengan petinggi PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mencari jalan keluar.

Dia mengaku kondisi keuangan yang seret membuat pihaknya tak bisa berbuat banyak. “Kondisi keuangan pun sampai saat ini sedang sulit. Kami juga prihatin dengan nasib wasit. Kalau sudah ada dana, pasti kami bantu para wasit,” tandas Sonhadji.

Namun, bantuan untuk Marjukih dan wasit-wasit lainnya diperkirakan akan segera muncul seiring dengan adanya dana bantuan dari FIFA kepada setiap negara anggota sebesar Rp7,7 miliar. 

Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian dari pihak FIFA terkait dengan jumlah dan kapan bantuan dana akan dikucurkan serta ketentuan pengggunaan dana tersebut. (Rahmatul Fajri/R-3) 

BERITA TERKAIT