27 April 2020, 22:35 WIB

Polsek Nubatukan Imbau Sopir Lapor Aparat Jika Ada Pemudik


Alexander P. Taum | Nusantara

Aparat Kepolisian Sektor Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Senin (27/4/2020) menggencarkan imbauan agar warga tetap  di rumah. Selain itu, warga diminta tidak mudik di saat wabah korona belum mereda. Pasalnya dalam situasi wabah virus korona, proses penyebaran virus pada saat mudik sangat tinggi.

Aparat setempat juga mengimbau para sopir angkutan umum di Lembata untuk segera melaporkan kepada otoritas kesehatan atau aparat keamanan setempat, jika menjumpai pemudik yang kembali ke kampung halaman terutama yang berasal dari zona merah covid-19.

Imbauan tersebut disampaikan aparat kepolisian sektor Nubatukan di terminal dalam kota Lewoleba.

Baca juga: Bayi 1,9 Tahun di Maluku Positif Covid-19

Aparat mendatangi setiap sopir angkutan dan mengimbau agar para sopir mengatur jarak antarpenumpang guna mencegah penularan wabah virus korona. Selain itu, para sopir juga diminta untuk tidak ugalan-ugalan di jalan.

Kanit Sabhara Polsek Nubatuka, Bripka Putu Yogi Saputra mengatakan pihaknya diperintahkan untuk mencegah aktivitas mudik di saat pandemi korona belum berakhir.

"Kita diperintah lakukan imbauan ini terutama di terminal agar warga tidak mudik. Kalaupun sudah telanjur mudik, para sopir wajib melaksanakan protokol kesehatan dengan menjaga jarak antarpara penumpang," kata Putu, Senin (27/4).

Kepala terminal Lewoleba Timur, Papi Lengari menjelaskan sejak pandemi covid-19, aktivitas angkutan umum berkurang. "Sejak pemerintah membatasi pergerakan orang dengan membatasi angkutan laut menuju Lembata, saya tidak menemukan para pemudik yang masuk melalui jalur terminal," papar Papi.

Menurutnya, sekarang sepi penumpang. "Banyak angkutan kosong, sehingga kendaraan angkutan juga mengurangi kedatangan dan keberangkatan. Ramainya kalau hari ini (Senin) saja. Itupun karena para penumpang dari desa yang
datang ke kota untuk belanja kebutuhan sembako," tutupnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT