27 April 2020, 22:14 WIB

Covid-19, Warga Bogor Raya Meninggal jadi 74 Orang


Dede Susianti | Megapolitan

KASUS kematian selama pandemi virus korona (covid-19) di Bogor raya terus bertambah setiap harinya.

Hingga Senin (27/4), jumlah total warga Bogor yang meninggal sebanyak 74 orang. Rinciannya, 45 orang warga Kota Bogor dan 29 warga Kabupaten Bogor. Pun demikian dengan jumlah kasus teekonfirmasi positif, setiap harinya bertambah.

Berdasarkan data Satuan Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Senin (27/4) hingga pukul 20.00 wib, total kasus positif sebanyak 112 kasus dengan kasus kematian sebanyak 11 orang.

Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 298. Dan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 379 dengan 18 orang meninggal dunia.

Adapun pasien yang saat ini masih aktif dalam pengawasan sebanyak 89 orang dan yang dinyatakan sembuh sebanyak 12 orang.

"Hari ini yang terkonfirmasi positif bertambah 7 orang. Pasien yang sembuh juga bertambah satu orang jadi totalnya sekarang 12 orang. Untuk pasien dalam pengawasan yang meninggal juga bertambah satu orang,"terang juru bicara Satuan Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah.

Adapun 7 orang terkonfirmasi positif adalah seorang laki-laki, berusia 12 tahun asal Kecamatan Cileungsi, seorang perempuan berusia 66 tahun asal Cileungsi, laki-laki usia 9 tahun asal Cileungsi, perempuan usia 46 tahun asal Cileungsi, perempuan usia 55 tahun asal Gunung Putri, seorang laki-laki usia 19 tahun asal Gunung Sindur dan seorang yang berusia 60 tahun asal Tamansari.

Menurut Syarifah yang klaster Cileungsi itu merupakan satu keluarga. Sedangkan satu orang pasien positif yang dinyatakan sembuh adalah seorang laki-laki berusia 39 tahun asal Kecamatan Gunung Putri. Sementara untuk satu orang pasien PDP yang meninggal adalah seorang perempuan berusia 61 tahun asal Kecamatan Sukaraja.

Sebelumnya Bupati Bogor Ade Yasin meminta kepada warganya untuk menguatkan tekad berperang melawan covid-19 dengan bersikap patuh dan disiplin.

"Apabila kita ingin menghentikan korona di bulan Juni sesuai perkiraan para ahli, saatnya kita mencontoh kepatuhan dan disiplin warga Vietnam. Kita harus menguatkan tekad, kalau Vietnam bisa mengapa kita tidak,"kata Ade.

Dia minta kesadaran warga dan semua elemen masyarakat, termasuk pengusaha untuk patuh karena jumlah yang positif dan meninggal terus bertambah. Bahkan dia menyebut dalam satu hari pasken yang positif jumlahnya mencaapi 31 orang.

"Jumlah orang yang tertular terus bertambah. Pada tanggal 22 April 2020 penambahannya sangat tinggi mencapai 31 orang,"katanya.

Dia menjelaskan penularan di Kabupaten Bogor bersumber dari dua sisi, yakni dari interaksi dengan Jakarta atau imported case, dan penularan di antara sesama orang Kabupaten Bogor atau local transmission. "Penularan yang terus terjadi ini harus dihentikan,"pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Gugus Siaga Covid-19 Kota Bogor, per Senin (27/4) hingga pukul 14.00 wib, kasus kematian akibat covid-19 selama pandemi bertambah menjadi 45 orang.

"Dari total 45 warga Kota Bogor yang meninggal, 13 orang berstatus positif terpapar virus covid-19 dan 32 orang

berstatus pasien dalam pengawasan (PDP)," kata juru bicara gugus tugas covid-19 Kota Bogor, Sri Nowo Retno, dalam keterangan tertulisnya.

Jika dirinci, saat ini total PDP Kota Bogor berjumlah 167 orang dengan 51 kasus di antaranya sudah selesai atau dinyatakan sembuh. Sementara yang masih dalam pengawasan 84 orang dan 32 orang meninggal.

Sedangkan untuk jumlah pasien positif virus covid-19 Kota Bogor total ada 76 orang, jumlah pasien positif yang sembuh ada tujuh orang dan dalam perawatan sebanyak 56 orang.

Sementara ntuk jumlah ODP (orang dalam pemantauan) total 1.055 orang, sembuh 904 orang dan dalam pemantauan 251 orang. Ada pun untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) totalnya sebanyak 128 kasus dengan rincian selesai 38 orang dan masih dalam pemantauan 90 orang. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT