27 April 2020, 21:49 WIB

Harga Minyak Diperkirakan Naik di Tiga Bulan Kedepan


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi

HARGA minyak dunia yang anjlok USD20 per barel, diprediksi akan merangkak naik dikisaran USD30 per barel dalam waktu tiga bulan ke depan, asal kondisi pandemic covid-19 segera berakhir.

Menurut Mantan Kepala Satuan Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini kondisi ini mirip dengan tahun 1980an.

"Di tahun 1980-an, pernah juga harga minyak USD 20-30 per barel, tetapi biaya untuk mengeluarkan minyaknya masih lebih rendah sehingga dianggap tidak terlalu masalah," ugkap Rudi dalam dalam diskusi bertajuk Harga Minyak Negatif : Apa, Mengapa dan Sampai Kapan yang disiarkan langsung dalam Youtube, Senin (27/4).

Ia mengatakan tangki-tangki penyimpanan minyak di seluruh dunia jadi penuh. Hal ini yang membuat harga minyak tak bisa pulih dalam waktu singkat.

"Karena sampai Mei harga masih jelek, Juni kemungkinan juga masih penuh (penyimpanan), mungkin di juli tangki akan bereaksi," katanya.

Hal ini juga mengingat langkah Arab Saudi dan sekutunya di OPEC plus yang ingin memangkas produksi minyak sampai 9,7 juta barel per hari tak cukup ampuh untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan. Sebab, surplus produksi mencapai 30 juta per barel.

"Mudah-mudahan kita bisa mencapai di USD 40 per barel di akhir tahun dan di tahun depan kita bisa capai ke kondisi semula di US 60 per barel," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT