27 April 2020, 20:13 WIB

Ahli IT: Zoom Bukan Aplikasi Berbahaya


Rifaldi Putra Irianto | Humaniora

AHLI teknologi informasi (IT), Abimanyu Wachjoewidajat, memandang aplikasi Zoom yang saat ini populer digunakan selama pandemi covid-19, tidak berbahaya.

"Sejak wabah covid-19, aplikasi zoom banyak digunakan sebagai perangkat penunjang untuk melakukan pekerjaan dari rumah. Perlu saya tekankan aplikasi Zoom tidak berbahaya, karena bukan dibentuk atau dibuat sebagai malware (perangkat perusak) atau spyware (perangkat pengintai)," ujar Abimanyu dalam keterangan resmi, Senin (27/4).

Dia justru menilai berbagai isu yang ramai diperbincangkan terkait aplikasi Zoom, lumrah terjadi pada aplikasi ketika pamornya meningkat.

Baca juga: Facebook Sediakan Layanan Video Conference Mirip Zoom

"Zoom itu sedang dipantau berbagai pemain besar. Mereka melihat setelah digoyang isu yang seperti ini, apakah akan menjadi aplikasi besar, atau malah jadi drop," jelas Abimanyu.

Ahli IT lainnya, Ruby Alamsyah, juga membantah terkait lemahnya tingkat keamanan aplikasi Zoom. Kendati demikian, dia menekankan ada hal yang perlu diperhatikan terkait aplikasi yang banyak digunakan berbagai kalangan.

"Celah keamanan terkait privacy ada pada pertukaran data dari Zoom ke Facebook, tanpa ada persetujuan pengguna. Ini memang cukup membahayakan. Namun, hal ini sudah diubah oleh pihak Zoom, sehingga hal tersebut tidak lagi terjadi," kata Ruby melalui pesan singkat.

Baca juga: CEO Zoom Akui Salah Langkah Soal Keamanan dan Privasi

Mengenai celah keamanan untuk pengguna MacOS, Ruby menekankan saat ini pihak Zoom sudah meng-update celah tersebut, sehingga tidak lagi ditemukan. “Celah keamanan sudah teratasi pada 5 April, sesuai dengan rilis terbaru Zoom terbaru," pungkasnya.

Terlepas dari keamanan aplikasi Zoom, Ruby meminta masyarakat lebih teliti dalam penggunaan Zoom. Menurutnya, kerentanan keamanan saat melakukan telekonfrerensi juga disebabkan oleh penggunanya.

"Kesalahan juga dapat dilakukan pengguna Zoom, terutama host meeting. Di mana meeting ID yang tidak random, sehingga bisa disusupi orang yang tidak diundang," tutup Ruby.(OL-11)

BERITA TERKAIT