27 April 2020, 19:47 WIB

Sidang Tatap Muka saat PSBB, MK Dinilai Bandel


Putra Ananda | Politik dan Hukum

Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Feri Amsari mempertanyakan  alasan Mahkamah Konstitusi (MK) tetap menggelar sidang tatap muka dalam masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Menurut Feri, sebelum ada pandemi covid-19 MK sudah beberapa kali mengadakan sidang jarak jauh dengan telekonfrensi.

"MK kan sudah berpengalaman mengadakan sidang jarak jauh sebelum ada korona. Ini jadi tanda tanya besar mengapa MK bandel sendiri dengan aturan PSBB," tutur Feri saat dihubungi oleh Media Indonesia, Senin (24/7).

Baca juga:Pakar: RUU Cipta Kerja Bukan Obat Mujarab, Tapi Dibutuhkan

Feri melanjutkan, penerapan jaga jarak dalam sidang tatap muka MK memang masuk akal untuk dilakukan. Posisi hakim dan pemohon jaraknya saling berjauhan satu sama lain.

Namun, menurut Feri, ada substansi yang lebih penting yakni MK seharusnya bisa memberi contoh kepada instansi lain untuk mematuhi anjuran PSBB.

"MK harusnya jadi contoh sebagai lembaga yang paling terdepan menegakkan prinsip konstitusional termasuk himbauan jaminan kesehatan," paparnya.

Penerapan sidang uji materi tatap muka dikatakan oleh Feri tetap beresiko membawa penularan virus covid-19 di dalam lingkungan MK. Selain di dalam area persidangan, penyelenggaraan sidang tatap muka juga otomatis memaksa para karyawan dan panitera MK untuk datang langsung ke lingkungan MK.

Baca juga:Jokowi Harap Juli Indonesia Sembuh dari Covid-19

"Apa gunanya MK gunakan teknologi untuk jalankan sidang secara virtual," ujar Feri. (Uta/A-3)

BERITA TERKAIT