27 April 2020, 17:15 WIB

Bantu Perangi Covid-19, Jakmania Bersinergi Produksi APD


Mediaindonesia.com | Sepak Bola

KARYA kreatif dan produktif terus ditunjukkan para anggota The Jakmania--julukan suporter klub Persija Jakarta.  Mereka bersinergi dengan program 10 Rumah Aman, membuat Alat Pelindung Diri (APD), yakni hazardous material atau hazmat suit. Industri rumahan itu menjadi angin segar di tengah beratnya tekanan ekonomi sebagai dampak pandemi covid-19.

APD menjadi kebutuhan utama dalam penanganan pandemi Clcovid-19. Secara umum, APD terdiri atas beberapa varian. Selain hazmat, ada masker, sarung tangan, penutup kepala, pengaman wajah, dan sepatu boot antislip. Untuk coverall, rata-rata dibuat dengan bahan baku nonwoven. Serat sintetis ini memiliki pori super kecil, yaitu 0,2 hingga 0,54 mikron agar virus tidak bisa menembusnya.

Baca juga: Persija Perkenalkan Eks Pemain Roma Sebagai Rekrutan Anyar

“Kami tergerak untuk ikut membuat APD secara mandiri. Bahan bakunya ada dan sesuai standar. Apa yang kami lakukan semoga bisa membantu upaya penanganan covid-19. Terkait dengan APD, kami ini fokus kepada hazmat suit,” jelas mantan Kabid Litbang The Jakmania, Fahru Rahman, di Jakarta, Senin (27/4).

Hazmat suit kerap digunakan tim medis dalam penanganan wabah menular. Selain covid-19, hazmat suit juga digunakan dalam penanganan wabah ebola, SARS, MERS, hingga flu burung. Desainnya memang dirancang khusus agar tahan terhadap zat berbahaya, termasuk bahan kimia, biologi, dan virus. Bahan utama hazmat ini antara lain spunbond, polietilena, hingga meltblown.

“Untuk produk kami dikembangkan dari spunbond. Produksinya cukup besar dalam beberapa pekan terakhir. Proses pembuatannya relatif rumit karena butuh ketelitian tinggi. Ada beberapa varian yang kami tawarkan. Selain hazmat suit, kami juga siap memproduksi masker kalau dibutuhkan,” katanya.

Dikerjakan secara bergotong royong, industri rumahan itu sudah memproduksi sekitar 2.000 hazmat suit hanya dalam 3 pekan. Untuk kapasitas produksi bisa mencapai 3.000 hingga 4.000 hazmat per pekan. Ada beberapa varian yang ditawarkan, salah satunya grid 75 gram. Harga per pax yang ditawarkan sekitar Rp75 ribu.

“Kami produksi hazmat yang standar, yaitu 65 gram hingga 75 gram. Sebenarnya standarnya itu ada direntang 75 gram sampai 100 gram. Kalau 100 gram bahan bakunya sulit. Adapun kalau 50 gram itu terlalu tipis sehingga takutnya mudah sobek,” papar Fahru lagi.

Saat ini, distribusi hazmat suit Jakmania mengalir ke relawan dan Puskesmas. Jumlah pesanannya sekitar 50 pax. Industri rumahan itu pun menjanjikan secara bisnis. Dari 2 tempat usaha di Pondok Ungu, Bekasi, dan Bogor, bisnis itu mampu menyerap sekitar 20 orang tenaga kerja.

“Kami mendukung kreativitas anggota The Jakmania. Produksi APD itu sangat positif. Apalagi, APD dibutuhkan di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini. Secara ekonomi juga bagus. Ada jaminan income bagi warga. Yang jelas, semua dilakukan menurut protokol kesehatan pemerintah. Jakarta akan menjadi kota yang sehat kembali,” ujar mantan Ketua Umum The Jakmania Danang Ismartani.

“Segala upaya untuk mengurangi tekanan covid-19 tentu harus diapresiasi. Kami sangat beterima kasih atas inisiatif kreatif dari masyarakat. Memang sudah seharusnya semua kompak bergotong royong. Hal ini tentu bagus. Yang jelas, industri APD tetap selektif memilih pasar. Dengan begitu, tidak ada potensi kecurangan yang hanya menguntungkan segelintir oknum saja,” tutup Kepala Staf Presiden Moeldoko. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT