27 April 2020, 18:55 WIB

Warga Ingatkan Larangan Tarawih Dipersekusi, DKI: DKM Harus Taati


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Kepala Biro Pendidikan, Mental, dan Spiritual (Dikmental) DKI Jakarta Hendra Hidayat menyayangkan peristiwa persekusi yang menimpa warga Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur oleh remaja yang merupakan tetangganya akibat laporan warga tersebut ke akun media sosial.

Menurut Hendra, perbedaan apapun sebaiknya diselesaikan dengan musyawarah. Terlebih selama ini aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) termasuk di dalamnya melarang warga melakukan ibadah bersama-sama termasuk shalat tarawih berjamaah di masjid.

"Sebetulnya kan dalam situasi darurat pandemi covid-19 ini sudah ada aturannya (PSBB). Bahkan pihak MUI dan DMI DKI Jakarta sendiri juga sudah mengeluarkan Surat Edaran bersama untuk tetap beribadah bersama keluarga di rumah. Semua aturan itu tentunya demi kebaikan dan keselamatan bersama," jelas Hendra saat dihubungi, Senin (27/4).

Hendra mengatakan akan segera menghubungi pihak DKM masjid tersebut untuk menegaskan aturan PSBB melalui DMI DKI Jakarta.

Baca juga: Jokowi Harap Juli Indonesia Sembuh dari Covid-19

"Seyogyanya tidak terjadi hal-hal yang bersifat anarkis seperti itu. Musyawarah harus lebih diutamakan. Pihak DMI DKI Jakarta akan menghubungi pengurus DKM masjid tersebut dalam rangka pendekatan persuasif agar aturan PSBB ditaati," pungkasnya.

Sebelumnya seorang warga bernama Aselih sempat membuat laporan ke akun media sosial Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia melaporkan terkait aktivitas ibadah shalat tarawih di masjid di sekitar tempat tinggalnya. Padahal Pemprov DKI dengan tegas meminta warga menghindari ibadah bersama dan melakukan ibadah di rumah.

Tetangganya yang sebagian besar remaja tidak senang dengan laporan itu lantas berbuat anarkis dan merusak pagar rumah Aselih. Peristiwa ini sedang didalami Kecamatan Pulogadung. (OL-14)

BERITA TERKAIT