27 April 2020, 16:46 WIB

Kejagung Periksa 5 Saksi Terkait Perkara Jiwasraya


Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum

TIM Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, kembali melakukan pemeriksaan 5 orang saksi terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya, Senin, (27/4).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono mengatakan lima saksi yang dilakukan pemeriksaan yakni Soerhartanto Direktrur PT. GAP Aset Management, Muhammad Kari Direktur PT. GAP Capital, Denny Rizal Thaher Dirut PT. Maybank Asset Management, Utomo Puspo Suharto terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Tersangka HH, dan Susanti Hidayat terkait TPPU Tersangka HH.

"Dari 5 orang saksi yang diperiksa semuanya merupakan pemeriksaan tambahan dan pemeriksaan lanjutan karena pemeriksaan sebelumnya masih dianggap belum cukup atau terdapat hal hal yang perlu ditanyakan kembali," ucap Hari dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin, (27/4).

"Sementara, 2 orang saksi diperuntukan memenuhi pembuktian Dugaan TPPU dalam berkas perkara atas nama Tersangka HH dari perkara pokoknya (predicate crime) yakni Dugaan Perkara Tindak Pidana Korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya," imbuhnya.

Meskipun kondisi penyebaran pandemi covid-19 di Indonesia masih terus terjadi, namun Kejaksaan Agung menekankan pihaknya akan berusaha sepenuhnya untuk tetap melakukan kegiatan penegakan hukum.

Ia juga menyampaikan, pemeriksaan para saksi tersebut dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan pandemi covid-19.

"Pemeriksaan para saksi dilakukan dengan cara tanya jawab tertulis dan kemudian dituangkan ke dalam BAP dan pemeriksaan dilaksanakan dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik, serta mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah melakukan pemeriksaan juga dengan mengenakan masker," tukasnya.

Diketahui, Kejagung menetapkan enam tersangka kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Mereka ialah Benny Tjokrosaputro, Heru Hidayat, mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b serta Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dan Benny dan Heru ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang. (OL-4)

BERITA TERKAIT