27 April 2020, 16:17 WIB

Terdampak Pandemi, 8.157 Desa Cairkan BLT Dana Desa


M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora

MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, mengungkapkan sebanyak 8.157 desa di 76 kabupaten telah mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

Total BLT yang dicairkan mencapai Rp 70 miliar. Penyaluran dilakukan dengan dua cara, yakni pemberian secara tunai dan melalui rekening penerima BLT-Dana Desa.

Abdul menuturukan skema penyaluran yang berbeda dikarenakan kondisi desa di tiap daerah berbeda. Himpunan Bank Negara (Himbara) sudah diminta untuk melayani penerima manfaat BLT-Dana Desa.

Baca juga: Kemendes Bentuk Relawan Covid-19 untuk Lindungi Masyarakat Desa

"Seperti BNI diminta membantu warga desa penerima BLT untuk membuka rekening secara gratis. Jadi uang senilai Rp 600 ribu langsung akan masuk ke rekeningnya," ujar Abdul dalam telekonferensi, Senin (24/7).

Lebih lanjut, dia menjelaskan BLT-Dana Desa diprioritaskan bagi warga desa yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi covid-19. Mengingat, sebagian besar masyarakat miskin di desa telah menerima bantuan sosial lainnya. Seperti, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Kartu Sembako.

Abdul menegaskan warga desa yang telah menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat tidak diperkenankan untuk menerima BLT-Dana Desa. Untuk memastikan hal itu, Relawan Lawan Covid-19 diterjunkan untuk mendata warga desa.

"Jadi, mulai dari tingkat RT akan ada tiga orang yang mendata setiap warga. Kalau tiga orang itu mendapati ada satu masyarakatnya belum menerima bansos dan dikategorikan miskin, orang itu berpotensi besar untuk menerima BLT," papar Abdul.

Baca juga: Cegah Covid-19, Pengadaan Bilik Sterilisasi Bisa Pakai Dana Desa

"Warga desa yang tidak memiliki NIK juga bisa mendapatkan dana desa. Asalkan dia melapor dan memberikan keterangan kepada kepala desa," sambungnya.

Diketahui, program BLT-Dana Desa akan digulirkan selama tiga bulan dan menggunakan anggaran dana desa sebesar Rp 22,4 triliun. Adapun total dana desa yang dialokasikan dalam AAPBN 2020 mencapai Rp 72 triliun. Penerima manfaat BLT-Dana Desa akan diberikan kepada 12,28 juta kepala keluarga di berbagai wilayah. Setiap bulan, penerima manfaat akan mendapatkan BLT-Dana Desa sebesar Rp 600 ribu.

"Desa yang dana desanya di bawah Rp 800 juta per tahun maksimal 25% dialokasikan untuk BLT-Dana Desa. Kedua, antara Rp 800 juta sampai Rp 1,2 miliar itu alokasikan maksimal 30% untuk BLT-Dana Desa. Sedangkan yang dana desanya diatas Rp 1,2 miliar itu maksimal 35% dialokasikan untuk BLT-Dana Desa," jelas Abdul.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT