27 April 2020, 15:47 WIB

Polisi Selidiki Kebakaran di Christ Cathedral Gading Serpong


Sumantri | Megapolitan

GEREJA Christ Cathedral di Jalan Gading Golf Boulevard No. 888, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (27/4) pagi hangus terbakar.

Kebakaran yang berasal dari tempat persembahyangan di lantai tiga tersebut belum diketahui penyebabnya, dan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

" Penyebab kebakaran itu belum diketahui dan masih dalam penyelidikan petugas," kata Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel), AKBP Iman Setiawan.

Dalam penyelidikan tersebut lanjut Kapolres, selain mempelajari hasil rekaman CCTV di sekitar lokasi, juga dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi dan pekerja gereja. Sehingga penyebab dan kerugian kebakaran tersebut belum diketahui

" Sabar ya, ini masih dalam penyelidikan kami. Dan setelah semuanya usai nanti kami sampaikan kepada rekan- rekan wartawan," kata dia.

Mengenai tidak diperkenankannya wartawan meliput atau mengambil gambar dari jarak dekat kebakaran itu, Kapolres menjelaskan, karena kebakaran tersebut cukup hebat, sehingga dikuatirkan asapnya membahayakan bagi para wartawan.

"Kebakaran itu ada gas CO2 -nya, sehigga wartawan termasuk kita petugas tidak boleh masuk dahulu. Karena kalau menghirup gas itu berbahaya," tandasnya.

Senada pula dengan Kepala Bidang kedaruaratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Kosrudin. Ia mengatakan kebalaran itu bersumber dari tempat persembahyangan di lantai tiga.

Dalam waktu sekejap, katanya api membesar dan menghanguskan ruangan yang ada diatas lantai ruangan itu. Dan sekitar pukul 12.30 WIB, api berhasil dipadamkan, " Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun kerugian materil diperkirakan mencapai miliaran rupiah," katanya.

Sementara itu, seorang jurnalis foto Media Indonesia (MI) mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah orang, ketika sang wartawan hendak mengabadikan peristiwa kebakaran tersebut.

"Jadi saya masuk berdua sama temen saya, foto-foto di dalam. Tiba-tiba ada yang dateng minta apus foto enggak pake basa basi dulu, langsung dateng nanya mas ngapain, apus fotonya," ujar  sang fotografer MI, R kepada pers, Senin (27/4).

Dia mengungkapkan, tetap melindungi kamera dan hasil karyanya agar tidak di hapus, tapi nyatanya sejumlah pria berbadan besar terus mengintimidasi  secara fisik maupun verbal. Untungnya R tidak mengalami luka fisik dan kamera tetap aman.

‘’Saya gak bisa kalau hapus foto, mereka tetap maksa. Sampai kejadian saya dipiting" kata R.

Namun, video dipitingnya R oleh pemuda berbadan besar beredar ramai di media sosial maupun di grup-grup wartawan. Bahkan terdengar cacian atau umpatan yang dilontarkan pemuda tersebut kepada R.

"Iya saya tadi adu mulut, terus ada makian fu*k off, fu*k y*u aja. Tapi saya takut lagi korona malah saya dipiting-piting," tutup R. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT