27 April 2020, 18:00 WIB

Sekolah Jadi Tempat Isolasi Korona, DPRD DKI: Tidak Representatif


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

KETUA DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menolak rencana Dinas Pendidikan yang menjuk sekolah menjadi tempat isolasi. Tempat mengajar itu akan dijadikan ruang isolasi bagi warga yang terindikasi virus korona atau Covid-19 dan memfasilitas bagi tenaga medis yang menangani pasien virus menular itu.

"Sangat tidak representatif bila sekolah-sekolah di Jakarta dialihfungsi sementara sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19," ujar Prasetyo dalam akun media sosialnya @PrasetyoEdi_, Jakarta, Senin (27/4).

Baca juga: Anies Pulangkan 52 Tunawisma dari GOR Tanah Abang

Menurutnya, usulan penunjukan sekolah tersebut bisa membahayakan keberadaan warga sekitar. Prasetyo mengatakan, apabila jadi ditempati maka lokasi sekitar sekolah yang tadinya tidak terpapar Covid-19, menjadi rawan penularan virus tersebut.

"Pemerintah sudah seyogyanya memperkecil area penyebaran ancaman virus korona tersebut. Jangan sampai area yang dinyatakan aman kembali merah karena kekeliruan kebijakan," tukas Prasetyo.

Ia menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat soal keterbatasan lokasi dan ruang penanganan pasien Covid-19.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, mengungkapkan belum ada sekolah yang resmi diizinkan menjadi tempat isolasi.

Diketahui, usulan pemanfaatan sekolah untuk tempat isolasi pasien Covid-19 tertera dalam surat Kepala Dinas Pendidikan DKI nomor 4443/-1.772.1. Surat itu melampirkan daftar usulan 136 sekolah di lima kota Jakarta. (OL-6)

BERITA TERKAIT