27 April 2020, 14:30 WIB

Petani Milenial tetap Eksis Ekspor Meski sedang Pandemi Covid-19


mediaindonesia.com | Ekonomi

Merebaknya virus Covid-19 telah melumpuhkan perekonomian dunia. Beberapa sektor melemah akibat serangan virus ini, salah satunya sektor pariwisata. Namun tidak halnya dengan sektor pertanian. Dunia bisnis di sektor pertanian masih cenderung kuat. Terlebih di masa Covid-19 ini masyarakat dunia lebih banyak memilih konsumsi pangan sehat.

Menyikapi pandemi ini, Kadek Surya, Petani Pengusaha Milenial asal Tabanan, Bali, sekaligus juga Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian. Kadek yang mengembangkan usaha agribisnis komoditas kakao dengan produk 'Cau Chocolates' miliknya hingga tembus pasar dunia, tidak tinggal diam. Di tahun 2019 'Cau Chocholates' berhasil mengekspor 3.069 Kg dan saat ini untuk bulan April pesanan yang akan dikirimkan sebanyak 560 Kg produk cokelat.

Meskipun akibat Covid-19 ini harga pasaran kakao diperkirakan akan sama dengan harga bahan lainnya, namun tidak menghalangi usaha Kadek untuk tetap mendistribusikan produknya yang terbukti sehat. Sebelumnya ia bersama timnya mencari hubungan keterkaitan imunitas tubuh melawan Covid-19 dengan chocolate khususnya coklat sehat (dark chocolate).

Untuk mencari keterangan yang valid, ia dan tim juga tidak segan langsung mewawancarai Dr Indraguna, Dokter ahli Gizi di Denpasar. Dari keterangan yang ia dapatkan, virus ini mampu diredam dengan imunitas tubuh yang kuat tentu sumbernya dari pilihan konsumsi pangan sehat dan salah satunya ada di produk coklat yang diproduksi oleh Kadek.

Kadek menegaskan produknya mempunyai manfaat yang sehat dan alami serta baik untuk menjaga kesehatan jantung, mengatur tekanan darah, obat asma, dan masih banyak lagi.

Hasil yang didapatnya meskipun Indonesia masih dalam pandemi Covid-19, Cau Chocolates tetap bertahan ekspor. “Cau Chocolates International masih mendapatkan order dari Malaysia dan Singapura. Mereka adalah customer loyal dari Cau Chocolates. Saat ini order dilayani untuk pengiriman bulan April 2020. Kebanyakan order yang kami terima adalah Organic Raw Cacao Powder, Organic Raw Cacao  Nibs, Organic Raw Cacao Butter. Biasanya perusahaan ini akan melakukan order 3 kali dalam setahun,” pungkas Kadek.

Namun, Kadek juga mengutarakan kendala yang dihadapinya adalah ketersediaan alat angkut untuk ekspor karena saat ini ke Malaysia tidak ada penerbangan ke Bali dan juga sebaliknya sehingga kami melakukan pengiriman lewat laut. Begitu pula untuk ekspor ke Singapura.
 
“Meskipun kendala yang kami hadapi saat ini di pengiriman tapi tidak menghentikan lajunya aktivitas ekspor produk kami. Pengiriman lewat laut kami tempuh. Dan selain itu kami juga tetap mengandalkan penjualan online  dan supply ke toko-toko organic yang menjual makanan sehat. Kita semua berharap agar situasi segera pulih sehingga kegiatan ekonomi akan berjalan dengan normal”, kata Kadek.

Apa yang dilakukan oleh Kadek ini menginspirasi kaum milenial dan patut dicontoh. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi menyampaikan saat acara Pengukuhan Duta Milenial dan Duta Petani Andalan beberapa waktu lalu, jumlah petani di Indonesia mengalami penurunan, dan hanya ada 9 % yang tergolong milenial.

“Saat ini Kementerian Pertanian mempercepat proses regenerasi petani dengan menumbuhkan wirausaha muda sektor pertanian, dan tentunya mengubah paradigma masyarakat bahwa usaha agribisnis sangat menguntungkan. Dengan lahirnya start up pertanian ini akan menjadi role model bagi generasi muda lainnya agar jangan takut terjun dalam dunia usaha agribisnis. Karena pertanian itu menguntungkan,” tegas Dedi. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT