27 April 2020, 14:45 WIB

Aplikasi Zoom Rawan, Menkominfo: Utamakan Aplikasi Dalam Negeri


Ihfa Firdausya | Humaniora

APLIKASI Zoom Meeting terbilang populer sebagai aplikasi untuk video conference maupun rapat-rapat. Namun, ia juga disorot lantaran rawan penyusupan hacker, pencurian data, atau dikenal dengan istilah zoom bombing.

Dalam hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyarankan penggunaan aplikasi serupa buatan dalam negeri. Menurutnya, aplikasi buatan Indonesia aman dan didukung data center di dalam negeri.

Baca juga: Kemenkes: 300 Ribu Anak Belum Dapat Imunisasi Lengkap

"Kominfo tentu memperhatikan keamanan video conference (vidcon) dan utamakan aplikasi yang dibangun di dalam negeri dengan tetap melakukan evaluasi atas security system dan menjaga kerahasiaan vidcon dan perlindungan atas kerahasiaan data," ujar Menkominfo kepada Media Indonesia, Senin (27/4).

Johnny menyebut dua aplikasi yang dibangun oleh Telkom dan Telkomsel. "Di samping aplikasi dari luar negeri seperti Zoom dan Cisco WebEx, di dalam negeri juga sudah dibangun aplikasi yang sejenis yakni Cloud X oleh Telkomsel dan Umeetme oleh Telkom," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa security system dari aplikasi-apliksi itu terus dievaluasi oleh Kominfo. "BSSN dan letak data center di dalam negeri tentu akan lebih efisien karena tidak perlu membayar transmisi data cross boder/internasional yang kebuh mahal," pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan melarang penggunaan aplikasi vidcon Zoom untuk agenda rapat. Pada 24 April lalu, giliran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengeluarkan edaran kepada jajarannya perihal larangan penggunaan Zoom. (OL-6)

BERITA TERKAIT