27 April 2020, 13:39 WIB

Warga Diamuk Massa Karena Laporkan Tarawih ke Anies


Tri Subarkah | Megapolitan

RUMAH salah satu warga Kelurahan Jati, Pulogadung, Jakarta Timur jadi sasaran amuk sekelompok remaja pada Jumat (24/4) malam kemarin. Pasalnya, mereka tidak menerima saat sikap pemilik rumah bernama H Aselih karena melaporkan masjid Al Wastiyah yang berada di sebelah rumahnya menggelar salat Tarawih.

"Pada saat awal pelaksanaan salat Tarawih hari Kamis tanggal 23 April 2020, H Aselih mengambil foto dan video tentang kegiatan pelaksanaan salat Tarawih," ungkap Camat Pulogadung Bambang Pangestu melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Senin (27/4).

Menurut Bambang, H Aselih melaporkan kegiatan tersebut ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui akun Twitter milik anaknya. Tak terima dengan pelaporan H Aselih, kawanan remaja yang biasa membangunkan sahur di lingkungan sekitar pun marah terhadap keluarga H Aselih pada Jumat (24/4) dini hari lalu.

"Mereka membakar petasan di depan rumah H Aselih, merusak pot tanaman, dan mendorong dorong pagar rumah H Aseli," papar Bambang.

Baca juga: Kaget, DKI Sebut 900 Perusahaan Beroperasi dari Izin Kemenperin

Atas peristiwa tersebut, dilakukanlah mediasi pada Sabtu (25/4) yang dihadiri lingkungan RT/RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan, serta tokoh agama maupun tokoh masyarakat sekitar.

"Ketua RW dan lingkungan sudah menghimbau kepada anak remaja dan warga sekitar untuk tidak melakukan kegiatan anarkis kembali dan apabila terjadi lagi maka akan di serahkan kepada pihak berwewenang dan harus mempertanggungjawabkan di mata hukum," terang Bambang.

Bambang menyebut pihaknya menjamin hal serupa tidak terulang kembali. Apabila masih terjadi, sambungnya, maka akan diserahkan kepada pihak yang berwenang.

Diketahui, DKI Jakarta memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 24 April sampai 22 Mei 2020. Kebijakan tersebut memiliki landasan hukum yakni Peraturan Gubernur No 33 Tahun 2020.

Dalam Pasal 11 dijelaskan bahwa kegiatan keagamaan di rumah ibadah sementara dihentikan. Oleh sebab itu, warga dianjurkan melaksanakan kegiatan keagamaan di rumah masing-masing. (OL-4)

BERITA TERKAIT