25 April 2020, 19:43 WIB

Turnamen Olahraga 2021 Padat, Atlet Dituntut Atur Strategi


Akmal Fauzi | Olahraga

KEPUTUSAN menunda Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua ke Oktober tahun depan membuat atlet akan sibuk mengikuti kejuaraan. Pasalnya, waktu penyelenggaraan pesta olahraga tanah air itu berdempetan dengan multiajang internasional seperti Olimpiade dan SEA Games.

Beberapa atlet yang terjun di PON juga ada yang mengikuti kejuaraan lainnya tahun depan. Lifter Eko Yuli Irawan misalnya. Dia akan terjun tiga ajang sekaligus di tahun depan, yakni Olimpiade Tokyo pada Juli, PON di Oktober dan SEA Games di Vietnam pada akhir November.

“Tentu kami punya strategi sendiri untuk menghadapi jadwal seperti itu. Tapi kami serahkan ke pelatih bagaimana ke depan,” kata Eko Yuli, Sabtu (25/4).

Dalam kalender Olahraga yang dipaparkan Kementerian Pemuda dan Olahraga saat rapat bersama Komisi X memang terlihat cukup padat agenda Olahraga.

Pada bulan April sudah pasti tidak bisa digelar lantaran ada puasa dan lebaran. Sedangkan Mei-Juni akan digelar Piala Dunia U-20. Sementara Juli-Agustus akan ada Olimpiade Tokyo.

Pada September, jika dimungkinkan akan digelar Hari Olahraga Nasional 2021. Sementara November akan ada SEA Games di Vietnam.

Baca juga : PB PASI Lakukan Efisiensi Dana Pelatnas

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI), Djoko Pramono mengatakan, keputusan menunda PON tahun depan merupakan pilihan realistis.

Dia mengatakan, Oktober menjadi opsi yang paling baik untuk digelar PON XX Papua. Menurutnya, jika PON digelar Maret, itu tidak mungkin lantaran anggaan dari daerah belum cair.

“Tentu tidak ada waktu lowong lagi, kami harus mempersiapkan ini dengan baik,” kata Djoko.

Terpisah, Sekretaris Jenderal Persatuan Atletik Indonesia (PASI) Tigor Tanjung mengatakan, penundaan PON harus disikapi positif karena untuk keselamatan atlet.

Padatnya jadwal memang harus disikapi bijak dan akan dirumuskan ke depannya oleh para atlet dan pelatih.

“Tentu dalam situasi ini kami tidak bisa menuntut. Untuk tahun depan nanti akan dibicarakan kembali. Yang terpenting keputusan penundaan demi keselamatan atlet,” kata Tigor. (OL-7)

BERITA TERKAIT