25 April 2020, 12:15 WIB

Negatif Covid-19, 51 Nakes RSUD Kota Bogor Kembali Bertugas


Dede Susianti | Megapolitan

KABAR baik datang dari 51 orang tenaga kesehatan (nakes) dan penunjang yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Sabtu (25/4).

Mereka kini dinyatakan bisa kembali bertugas, setelah sebelumnya diisolasi mandiri beberapa hari di sebuah hotel karena hasil rapid testnya menunjukkan reaktif positif.

Spesimen swab milik ke-51 nakes, yang uji diagnostik di laboratorium Collaborative Research Center milik Institut Pertanian Bogor (IPB University), sudah keluar pada Jumat (24/4).

Hasilnya, dinyatakan negatif virus korona (covid-19). Para petugas medis ini pun bisa kembali bertugas melayani warga.

Kepastian hasil negatif ini pun disampaikan langsung oleh Direktur RSUD Kota Bogor dr. Ilham Chaidir, Jumat malam, usai melaksanakan shalat tarawih di kediamannya.

“Sebelumnya 26 hasil sudah keluar, tadi habis tarawih saya mendapatkan hasil tambahan yang 25 lagi. Jadi, total swab 51 tenaga kesehatan hasilnya sudah keluar semua. Alhamdulillah semuanya negatif,” ungkap Ilham.

Dengan hasil tersebut, lanjut Ilham, 51 tenaga kesehatan tersebut bisa langsung bekerja kembali melayani pasien di RSUD Kota Bogor. "Selanjutnya mereka kembali masuk kerja karena kita butuh tenaga mereka," tuturnya.

Baca juga: SMKN 27 Diusulkan Jadi Tempat Penginapan Tenaga Kesehatan

Dia menjelaskan kembali, bahwa hasil reaktif pada rapid, bukan berarti positif. Itu titik tekannya. Jadi itu tidak bisa dijadikan sebagai diagnosa, tetapi sebagai tracing. Tracing itu penjaringan untuk kemudian dilakukan swab.

"Kami-kan punya 1.000 pegawai, harus kami jaring, karena tiap hari berhadapan di zona pelayanan covid. Makanya harus dilakukan tracing itu. Dan terbukti, Alhamdulillah hasilnya negatif semua swabnya," ungkapnya.

Sebelumnya, informasi lainnya yang diklarifikasi Ilham adalah terkait RSUD Kota Bogor. Menurut dia, RSUD Kota Bogor direncanakan sebagai rumah sakit khusus bagi perawatan pasien covid-19.

“Klarifikasi tutup rawat jalan yang dimaksud adalah sesuai dengan surat edaran Kemenkes, yaitu membatasi poli rawat jalan non-covid sementara pada beberapa layanan,” ujar Ilham.

Meski demikian, kata Ilham, jika RSUD Kota Bogor sudah ditetapkan sebagai rumah sakit khusus covid pun, masih ada empat layanan yang beroperasi melayani warga.

"Yang harus tetap berjalan adalah layanan bagi pasien hemodialisa, pasien hemato onkologi (kanker), pasien kronis yang tidak boleh putus obat dan pasien kegawatdaruratan," pungkasnya. (A-2)

 

 

BERITA TERKAIT