25 April 2020, 08:30 WIB

Ratusan TKI Masuk melalui Jalur Ilegal


CAHYA MULYANA | Politik dan Hukum

SEBANYAK 246 pekerja migran Indonesia (PMI) atau yang lazim disebut TKI kembali dari Malaysia menggunakan jalur ilegal atau jalur tikus. Dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi mereka yang tertangkap. Bila terindikasi mengidap virus korona (covid-19) langsung dibawa ke rumah sakit darurat Pulau Galang.

“Data pengamanan dari pihak Malaysia menyebutkan PMI yang masuk melalui pelabuhan tidak resmi pada pertengahan Maret hingga 21 April 2020 mencapai 246 orang, yakni 226 laki-laki dan 20 perempuan,” kata Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksamana Madya Aan Kurnia kepada Media Indonesia, kemarin.

Menurutnya, pengawasan pelintasan dilaksanakan satuan tugas garda lintas batas.

Satuan itu juga melaksanakan penyekatan jalur tikus dan PMI yang masuk melalui jalur itu akan digiring ke pelabuhan resmi setelah berkoordinasi dengan pemda setempat untuk pemeriksaan kesehatan.

“Saat ini satgas terus memantau setiap hari dan update setiap info mengenai jumlah PMI yang masuk resmi ataupun tidak resmi,” jelas Aan.

Ia mengatakan pembatasan lalu lintas antardaerah ditingkatkan, khususnya dari atau menuju wilayah yang menerapkan PSBB.

Berdasarkan data yang diperoleh pihak Bakamla, 246 TKI tersebut berasal dari temuan Polsek Nongsa Batam di Perairan Pulau Putri Nongsa sebanyak 22 orang, seluruhnya laki-laki. Temuan Direktorat Polair Korpolairud di Perairan Nongsa Kampung Tua Terih Sambau Nongsa 52 orang, terdiri atas 37 laki-laki dan 15 perempuan.

Selanjutnya, tangkapan Polres Dumai 16 orang di Perairan Dumai yang terdiri atas 15 laki-laki dan satu perempuan. Lanal Tanjung Balai Asahan di Perairan Tanjung Balai Asahan membekuk 20 orang, 18 laki-laki dan dua perempuan.

Polres Bintan menemukan di Perairan Teluk Sebong Bintan 48 orang, 46 laki-laki dan dua perempuan. Polres Tanjung Balai Asahan menangkap 17 orang laki-laki. Bakamla menangkap 47 orang di Perairan Nongsa Batam, seluruhnya laki-laki.

TNI-AL Tanjung Balai Asahan menemukan 22 orang laki-laki, serta Polsek Nongsa menangkap dua orang laki-laki. *Bakamla telah menyusun dan menggelar operasi keamanan laut dengan sandi Operasi Garda Lintas Batas yang memiliki tugas pokok penegakan hukum di wilayah perairan Selat Malaka. Salah satunya melakukan penyekatan jalur tikus selain Pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan Batam.

“Termasuk melaksanakan penyekatan PMI dari Malaysia yang ingin menggunakan jalur tikus untuk masuk ke Indonesia,” papar Aan.

Upaya itu didukung dengan patroli Bakamla bersama institusi lain, pengumpulan, dan pertukaran informasi dengan kementerian terkait, termasuk dengan aparat keamanan Malaysia.

Kekuatan yang dilibatkan dalam operasi itu, yakni satu Kapal Negara Belut 406, satu Katamaran 508, RHIB 605 dan 610, serta tim mobil. (Cah/P-3)

BERITA TERKAIT