21 April 2020, 15:53 WIB

Arus Kendaraan Pribadi di Jakarta Masih Ramai


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DINAS Perhubungan DKI Jakarta mengatakan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) banyak pengguna angkutan umum yang beralih ke angkutan pribadi. Sebelum PSBB jumlah kendaraan pribadi yang lewat di Jalan MH Thamrin, selama PSBB menjadi rata-rata 200 ribu.

Sebabnya, selama masa PSBB kapasitas angkutan umum dibatasi hanya boleh mengangkut 50% dari total maksimal kapasitas penumpang.

Faktor inilah yang di antaranya membuat jumlah penumpang di angkutan umum turun. Bahkan untuk MRT, selama PSBB hanya tersisa 5% dibanding sebelum pandemik korona.

"Semenjak pandemi dan PSBB ini penumpang angkutan beralih ke angkutan pribadi. Sebab, kami pun menerapkan pembatasan kapasitas angkutan umum menjadi 50% saja," ungkap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (21/4).

Namun demikian, adanya penumpang angkutan umum yang beralih ke kendaraan pribadi tidak berarti lalu lintas menjadi macet dan ramai.

Banyak perusahaan-perusahaan yang tutup dan menerapkan kerja dari rumah atau work from home (WFH) membuat jumlah kendaraan pribadi yang melintas juga ikut turun.

"Sebelum PSBB jumlah kendaraan pribadi yang lewat di Jalan MH Thamrin misalnya sampai 250 ribu kendaraan perhari. Lalu jumlah ini turun menjadi rata-rata 200 ribu perhari selama PSBB," ungkap Syafrin

Meski di penurunan angkutan pribadi jumlahnya belum signifikan, menurutnya penerapan WFH sudah efektif karena untuk dari segi penurunan penumpang angkutan umum sudah cukup drastis.

"Misalnya untuk penumpang MRT, jumlah penumpang rata-rata selama PSBB hanya 5% dari total selama ini rata-rata penumpang di waktu normal. Jadi kalau dari segi transportasi itu sudah baik PSBB," tukasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT