20 April 2020, 12:50 WIB

​​​​​​​Polri Minta Pemda Beri Napi Asimilasi Pelatihan Kerja


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

POLRI bekerja sama dengan seluruh Kepala Lembaga Pemasyarakatan dan Kepala Rumah Tahanan untuk memetakan para narapidana (napi) dan anak yang mendapatkan hak asimilasi dan integrasi.

Kerja sama itu tertuang dalam surat telegram bernomor ST/1238/IV/OPS.2/2020 pada 20 April 2020 dan ditandatangani oleh Kabarkaham Polri Komjen Polisi Agus Andrianto.

Kerja sama ini dilakukan guna mengantisipasi adanya narapidana atau napi dan akan yang berulah usai mendapatkan asimilasi dan pembebasan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

“Surat Telegram ini mengarahkan kepada para Kasatgaspus, Kasubsatgaspus, Kaopsda, Kasatgasda, Kaopsres, dan Kasatgasres agar mengedepankan upaya preemtif dan preventif dalam rangka Harkamtibmas guna mencegah meningkatnya angka kejahatan, khususnya kejahatan jalanan atau street crime," tutur Agus, Senin (20/4).

Adapun langkah-langkah lainnya yang akan dilakukan dalam rangka Harkamtibmas, yakni Polri akan melakukan kerja sama dengan Pemda sampai tingkat RT dan RW untuk pengawasan dan pembinaan terhadap para napi yang mendapatkan asimilasi keluar atau dibebaskan.

Baca juga: Polri Ambil Langkah Tegas Napi Asimilasi yang Berulah

Yang ketiga, melakukan kerja sama dengan pihak Pemda dan stakeholder lainnya untuk melaksanakan pembinaan kepada para napi yang mendapat asimilasi keluar atau dibebaskan.

“Agar lebih produktif dan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup yaitu memberikan pelatihan membuat masker dengan menggunakan sarana Balai Latihan Kerja, mengikuti program padat karya, dan proyek dana desa,” ujar Agus.

Selain itu, Polri juga akan melakukan pemetaan wilayah rentan kejahatan di setiap satuan kewilayahan yang berisi data atau informasi riwayat kejahatan, waktu kejadian, dan modusnya.

“Melakukan pengamanan dan penjagaan di lokasi rawan serta meningkatkan pelaksanaan patroli guna mengantisipasi tindak pidana khususnya tindak pidana jalanan (street crime) untuk mencegah terjadinya kejahatan,” ucapnya.

Maka, Polri akan meningkatkan kegiatan operasi atau razia di semua sektor khususnya daerah rawan dengan waktu pelaksanaan yang berbeda-beda guna mencegah terjadinya kejahatan.

Polri pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada supaya tidak menjadi korban kejahatan. Apabila pulang malam, warga diimbau tidak berjalan sendirian dan berupaya melewati rute yang aman.

"Terakhir, menindak tegas pelaku kejahatan jalanan yang tertangkap tangan terutama para pelaku yang membahayakan keselamatan masyarakat," katanya. (A-2)

 

BERITA TERKAIT